David Sriwahyudi Berpulang, Jejak Keteladanan dan Persatuan Dikenang Warga Salatiga
Salatiga -Portallensa.com-Suasana duka mendalam menyelimuti rumah yang beralamat di Jalan Argomulyo, Kota Salatiga. Sejak kabar wafatnya David Sriwahyudi tersebar, rumah duka tak pernah sepi dari pelayat. Kepergian almarhum bukan hanya menjadi kehilangan besar bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar, sahabat, rekan kerja, serta berbagai kalangan yang selama ini mengenal dan merasakan perannya.
Semasa hidupnya, David Sriwahyudi dikenal sebagai sosok tokoh masyarakat yang hangat, supel, dan rendah hati. Ia mampu menempatkan diri di berbagai lingkungan tanpa sekat, bergaul dengan siapa saja tanpa memandang latar belakang, jabatan, maupun kepentingan. Bagi masyarakat kecil, ia hadir sebagai pendengar yang baik dan penolong yang tulus. Bagi para pejabat, pengusaha, pimpinan lembaga, hingga politisi lintas partai, almarhum dikenal sebagai sosok penghubung yang mampu mencairkan suasana dan menjaga komunikasi tetap harmonis.
Setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Salatiga, David Sriwahyudi menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis, 29 Januari 2026. Kabar duka tersebut disambut dengan rasa kehilangan yang begitu mendalam. Ungkapan belasungkawa terus mengalir, baik secara langsung maupun melalui berbagai saluran komunikasi, menandakan betapa luasnya jejaring persahabatan dan pengabdian yang telah dibangun almarhum semasa hidup.
Berbagai elemen masyarakat tampak hadir di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya hadir sejumlah anggota DPRD Kota Salatiga, seperti Andreas Yosep Kristanto dari Partai Demokrat, Heri Subroto dari Partai Gerindra, serta Adi Hartoko dari PDI Perjuangan. Hadir pula Eko Niryogo Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Salatiga dan Tomi Joko Harsanto yang menjabat sebagai Plt Sekretaris MPC PP Kota Salatiga sekaligus Komandan KOTI Kota Salatiga, serta sejumlah pengusaha muda Kota Salatiga dan tokoh masyarakat lainnya.
Kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang ini menjadi bukti nyata besarnya peran almarhum sebagai perekat sosial dan penjaga komunikasi lintas lembaga. Meski masing-masing memiliki peran, tanggung jawab, dan afiliasi yang berbeda, mereka dipersatukan oleh rasa hormat dan kehilangan yang sama terhadap sosok David Sriwahyudi.
Lebih dari sekadar tokoh masyarakat, almarhum dikenal sebagai pribadi yang konsisten menanamkan nilai persatuan, kebersamaan, dan dialog. Ia percaya bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun Salatiga yang damai dan maju. Hal tersebut tercermin dari suasana rumah duka yang penuh keakraban, di mana para pelayat tidak hanya berbagi duka, tetapi juga saling menguatkan.
Bahkan, di tengah suasana duka tersebut, sempat terjadi diskusi kecil yang mengalir secara alami di antara para tokoh yang hadir. Diskusi itu membahas gagasan, harapan, dan komitmen bersama untuk mengembangkan Kota Salatiga agar semakin baik ke depan. Sebuah peristiwa sederhana namun sarat makna, seolah menjadi warisan nilai yang ditinggalkan almarhum: bahwa kebersamaan dan komunikasi adalah kunci kemajuan.
Kepergian David Sriwahyudi meninggalkan jejak keteladanan yang mendalam. Sosoknya akan dikenang bukan hanya karena perannya, tetapi karena ketulusan, sikap merangkul, dan dedikasinya dalam menjaga keharmonisan sosial. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam membangun Kota Salatiga yang rukun, damai, dan berkeadaban. (Report: Tomi/Kreatot: Bang_Ali).