Mei 28, 2026

Salat Iduladha 1447 H di Salatiga, Kurban Jadi Simbol Cinta Kasih dan Toleransi

FB_IMG_1779895858183

Salatiga —portallensa.com– Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Lapangan Alun-Alun Pancasila saat ribuan warga mengikuti Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu pagi (27/5/2026). Sejak matahari belum sepenuhnya meninggi, masyarakat dari berbagai penjuru kota telah memadati kawasan alun-alun untuk bersama-sama menunaikan ibadah hari raya yang sarat makna pengorbanan dan kepedulian sosial tersebut.

 

Pelaksanaan Salat Iduladha tahun ini turut dihadiri Wali Kota Salatiga Robby Hernawan bersama jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen warga. Kehadiran ribuan jamaah menciptakan suasana religius yang khidmat sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat persaudaraan di Kota Salatiga yang dikenal harmonis dan toleran.

 

Dalam kesempatan itu, Wali Kota secara simbolis menyerahkan bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia kepada Takmir Masjid Li Fadlillah Modangan, Blotongan. Penyerahan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat sekaligus memperkuat semangat berbagi di momentum Idul adha.

 

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Salatiga juga memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba takbir yang sebelumnya digelar di berbagai masjid. Apresiasi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap semarak syiar Islam yang berlangsung meriah namun tetap penuh kekhidmatan.

 

Bertindak sebagai khotib Salat Iduladha, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga Nurzaini Wahyu menyampaikan khutbah bertema “Kurban Wujud Cinta dan Toleransi”. Dalam pesannya, ia mengajak umat Islam memahami ibadah kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan simbol ketulusan, kepatuhan, dan kepedulian kepada sesama.

 

“Ibadah kurban bukan sekadar seremoni penyembelihan hewan. Di balik itu terdapat nilai-nilai spiritual dan sosial. Kurban adalah bentuk aktualisasi dari cinta kasih. Cinta kepada Allah yang ditunjukkan dengan ketaatan, dan cinta kepada sesama yang ditunjukkan melalui berbagi,” ungkapnya dalam khutbah.

 

Pesan tersebut terasa begitu relevan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. Iduladha tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga solidaritas sosial, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan toleransi antarwarga.

 

Kebersamaan yang tampak di Lapangan Pancasila pagi itu menjadi gambaran nyata bahwa nilai-nilai pengorbanan dan kasih sayang masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Salatiga. Melalui semangat berbagi dan kepedulian sosial, Iduladha diharapkan mampu mempererat ukhuwah serta menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat.//pemkot salatiga/Bang_Ali//