Duka di Balik Keindahan Posong: Satu Keluarga Asal Ambarawa Tewas Diduga Keracunan Gas di Tenda Glamping
TEMANGGUNG —portallensa.com– Suasana tenang dan sejuk kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, mendadak berubah menjadi lokasi tragedi memilukan. Empat anggota satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping Safari Nomor 3 pada Rabu sore (27/5/2026).
Korban terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak laki-laki. Salah satu korban diketahui bernama Bagas Amar Hakiki (21), mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UGM yang juga aktif sebagai fotografer lepas Keraton Yogyakarta.
Peristiwa tragis ini pertama kali terungkap setelah petugas pengelola wisata merasa curiga karena para penghuni tenda tidak kunjung memberikan respons hingga melewati waktu check out. Kecurigaan semakin kuat ketika beberapa kali pintu tenda diketuk namun tidak ada jawaban dari dalam.
Saat tenda akhirnya dibuka sekitar pukul 15.45 WIB, petugas mendapati seluruh korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Tubuh para korban ditemukan kaku di dalam tenda yang masih tertutup rapat.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun kondisi tenda yang berantakan.
Awalnya, dugaan penyebab kematian mengarah pada keracunan makanan. Korban diketahui membawa perlengkapan barbeque dan bahan makanan sendiri selama menginap di lokasi glamping tersebut. Sejumlah sampel makanan bahkan sempat diamankan guna diperiksa di laboratorium forensik
Namun seiring perkembangan penyelidikan, dugaan mulai mengarah pada keracunan gas dari kompor portable maupun asap sisa pembakaran barbeque di dalam tenda tertutup.

Polisi menduga gas beracun terperangkap di dalam tenda akibat minimnya ventilasi udara serta kondisi tenda yang tertutup rapat saat para korban beristirahat usai melakukan aktivitas barbeque.
Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, menyebut terdapat dua kemungkinan sumber gas yang menyebabkan para korban kehilangan kesadaran.
“Ada kemungkinan dari gas portable untuk memasak atau asap hasil pembakaran barbeque yang masuk dan terperangkap di dalam tenda,” ujarnya
Menurut polisi, dugaan keracunan makanan mulai melemah karena di lokasi kejadian tidak ditemukan muntahan maupun tanda-tanda perlawanan dari para korban. Korban diduga mengalami lemas, mengantuk, lalu perlahan kehilangan kesadaran akibat menghirup gas beracun dalam waktu cukup lama.
Kabar duka tersebut langsung menyelimuti keluarga dan warga sekitar rumah korban di Ambarawa. Jenazah tiba di rumah duka pada Kamis (28/5/2026) dan disambut isak tangis keluarga serta para pelayat. Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana haru mendalam.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya penggunaan kompor portable maupun aktivitas barbeque di ruang tertutup.
Asap pembakaran dan gas karbon monoksida yang tidak memiliki bau dapat mematikan dalam waktu singkat apabila terhirup terus-menerus tanpa sirkulasi udara yang memadai.
Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian empat anggota keluarga tersebut.
Tragedi di Posong bukan hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban, namun juga menjadi peringatan agar wisatawan lebih waspada terhadap keselamatan saat berkemah maupun glamping di area pegunungan yang dingin dan tertutup. //EW/Bang_Ali//.