Tanamkan Nilai Toleransi Sejak Dini, Dirut PDAM Salatiga Ajak Siswa SMKN 1 Jadi Generasi Penjaga Kerukunan
Salatiga–//Portallensa.com//–Suasana hangat dan penuh semangat terasa di aula SMKN 1 Salatiga saat Direktur Utama Imron Cahyadi hadir memberikan motivasi kepada para siswa dalam kegiatan penguatan karakter dan toleransi.
Di hadapan ratusan pelajar, Imron tidak datang membawa bahasa birokrasi ataupun sekadar pidato formal seorang pimpinan BUMD. Ia memilih berdiri sebagai sosok yang dekat dengan para siswa—sebagai seseorang yang pernah duduk di bangku sekolah, memiliki mimpi, menghadapi perbedaan, dan belajar tentang pentingnya menghargai sesama.
Dengan gaya santai namun penuh makna, Imron mengajak para siswa memahami bahwa keberagaman adalah kekuatan terbesar bangsa Indonesia. Ia menyampaikan bagaimana Indonesia memiliki ribuan suku bangsa, ratusan bahasa daerah, serta berbagai agama dan aliran kepercayaan yang hidup berdampingan.
“Perbedaan itu bukan ancaman. Justru dari perbedaan kita belajar saling mengenal dan memahami,” ungkapnya di hadapan siswa-siswi SMKN 1 Salatiga.
Menurutnya, toleransi bukan hanya teori yang dihafalkan di ruang kelas, melainkan sikap sederhana yang harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari tidak mengejek teman, tidak membully, mau berbagi, hingga mampu berteman tanpa memilih latar belakang.
Ia juga mengingatkan bahwa konflik kecil di lingkungan sekolah sering kali muncul bukan karena persoalan besar, melainkan karena rendahnya rasa saling menghormati. Karena itu, Imron meminta para siswa lebih mengedepankan dialog dan kedewasaan dibanding emosi.
“Kalau ada masalah jangan langsung marah atau membalas. Ceritakan ke guru, bicara baik-baik, saling memaafkan. Itu tanda orang dewasa,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Imron turut membangkitkan rasa bangga para siswa terhadap Kota Salatiga yang selama ini dikenal sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia. Ia menyebut predikat tersebut bukan hadir begitu saja, melainkan lahir dari budaya masyarakat yang terus menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
Baginya, generasi muda memiliki peran penting menjaga wajah Salatiga di masa depan. Ia berharap para pelajar tidak hanya tumbuh menjadi generasi cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, empati tinggi, dan mampu hidup harmonis di tengah perbedaan.
“Masa depan kota ini ada di tangan kalian. Apakah Salatiga tetap menjadi kota yang damai dan toleran, semua bergantung dari sikap generasi mudanya mulai hari ini,” tegasnya.
Pidato yang sarat pesan moral itu beberapa kali disambut tepuk tangan para siswa. Suasana semakin cair ketika Imron menutup penyampaiannya dengan pantun-pantun ringan yang mengundang tawa dan antusias peserta.
Kehadiran Dirut PDAM Kota Salatiga tersebut menjadi bukti bahwa peran pejabat daerah tidak hanya sebatas pelayanan publik, tetapi juga ikut hadir membangun karakter generasi muda. Melalui pendekatan humanis dan penuh kedekatan, pesan tentang toleransi terasa lebih membumi dan mudah diterima para pelajar.
Di tengah derasnya arus perpecahan dan maraknya bullying di kalangan remaja, pesan sederhana tentang saling menghargai yang disampaikan pagi itu menjadi pengingat penting: bahwa Indonesia tetap kuat karena keberagaman, dan Salatiga tetap damai karena masyarakatnya menjaga toleransi bersama-sama. //Bang_Ali//.