Dari Sawah ke Kolam Lele: Ketekunan Bang Oyong Menggerakkan Ekonomi Warga Dusun Mranggen
portal lensa Maret 7, 2026
PABELAN, KABUPATEN SEMARANG – //portallensa.com// Di tengah hamparan sawah hijau yang membentang di Dusun Mranggen, ada sebuah kisah inspiratif dari seorang petani sederhana yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Sosok itu adalah Bang Oyong, seorang petani lele yang kini menjadi inspirasi bagi banyak warga di sekitarnya.
Perjalanan Bang Oyong dalam dunia budidaya ikan lele tidak dimulai dengan mudah. Setelah bertahun-tahun menggantungkan hidup dari sektor pertanian, ia memutuskan mengambil langkah berani dengan mencoba usaha baru: budidaya ikan lele.
Keputusan tersebut tentu tidak lepas dari berbagai tantangan. Mulai dari memilih bibit yang berkualitas hingga memahami cara pengelolaan kolam yang tepat agar ikan dapat tumbuh dengan baik.
“Awalnya tidak mudah. Banyak hal yang harus dipelajari, dari pemilihan bibit sampai bagaimana mengelola kolam agar hasilnya maksimal,” ujar Bang Oyong saat ditemui di area kolam lele miliknya.
Namun dari berbagai tantangan itu, Bang Oyong justru menemukan cara unik yang menjadi salah satu kunci keberhasilannya. Ia memanfaatkan limbah ayam yang sudah tidak terpakai untuk diolah menjadi pakan ikan lele. Dengan kreativitas dan pengalaman yang ia miliki, limbah tersebut diolah sehingga tetap memiliki nilai gizi bagi ikan.
Menurutnya, cara ini tidak hanya membantu menekan biaya operasional, tetapi juga memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang ada di sekitar desa.
“Kalau bisa memanfaatkan yang ada di sekitar, kenapa harus mahal? Limbah ayam itu sebenarnya masih bisa dimanfaatkan. Dengan pengolahan yang tepat, bisa menjadi pakan yang cukup baik untuk lele,” jelasnya.
Kesuksesan Bang Oyong tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Ia juga aktif mengajak warga sekitar, terutama para pemuda desa, untuk belajar tentang budidaya ikan lele. Baginya, usaha ini akan jauh lebih bermanfaat jika bisa memberikan dampak bagi masyarakat luas.
Ia sering berbagi pengalaman tentang cara membuat kolam, memilih bibit, hingga teknik perawatan ikan agar hasil panen lebih maksimal.
“Kita ingin usaha ini tidak hanya untuk diri sendiri. Kalau warga lain juga bisa ikut berkembang, tentu ekonomi desa juga akan ikut bergerak,” tuturnya.
Budidaya lele yang dijalankan Bang Oyong juga memberi dampak positif bagi pasar lokal, khususnya bagi usaha pancingan yang membutuhkan pasokan ikan secara rutin. Ikan lele hasil budidayanya kini menjadi salah satu komoditas yang cukup diminati karena kualitasnya yang terjaga.
“Kami rutin memasok lele ke beberapa tempat pancingan. Selama kualitas terjaga, permintaan biasanya terus ada,” katanya.
Dalam hal pemasaran, Bang Oyong juga tidak bekerja sendirian. Ada dua sosok yang turut berperan penting dalam memperluas jaringan penjualan hasil budidaya tersebut, yaitu Koh Met—yang akrab disapa oleh para petani sebagai sosok yang mengikuti tren pasar—serta Babah Nasikin yang sudah cukup dikenal di dunia perlelean.
Keduanya aktif membantu memasarkan hasil panen lele, baik untuk kebutuhan pancingan maupun konsumsi masyarakat.
Berkat kerja sama dan semangat kebersamaan tersebut, usaha budidaya lele di Dusun Mranggen kini semakin berkembang. Kawasan yang sebelumnya lebih dikenal sebagai daerah pertanian perlahan mulai dikenal juga sebagai salah satu sentra budidaya lele yang menjanjikan.
Bang Oyong berharap, keberhasilan yang ia raih saat ini bisa menjadi motivasi bagi petani lain untuk berani mencoba hal baru dan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka.
“Saya berharap teman-teman petani di sini tidak ragu mencoba hal baru. Kalau dikelola dengan baik, peluangnya sebenarnya cukup besar,” harapnya.
Kisah Bang Oyong menjadi bukti bahwa kerja keras, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar mampu menghadirkan perubahan nyata. Dari kolam-kolam sederhana di Dusun Mranggen, harapan baru bagi ekonomi warga pun mulai tumbuh dan berkembang. Red. Tomi/Bang _Ali Gabung dan dapatkan update berita di : https://chat.whatsapp.com/GX6ykroLuyt7XKDsZQLYd5?mode=gi_t
