510 Personel Disiagakan, Polres Semarang Jaga Mudik Lebaran Tetap Aman dan Manusiawi
Ungaran, // Portallensa.com// Menjelang arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Kepolisian Resor Semarang mengerahkan 510 personel untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Pengamanan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 yang digelar selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Kesiapan itu ditandai dengan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Alun-Alun Bung Karno, Kabupaten Semarang, Kamis (12/3/2026). Apel dipimpin Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama Kapolres Semarang Ratna Quratul Ainy serta Pabung Kodim 0714/Salatiga Mayor Inf. Agung Budiono.
Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai instansi pendukung lainnya. Sinergi lintas lembaga ini menjadi penopang utama dalam menjaga keamanan selama masa mudik.
Dalam amanat Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan Bupati Semarang, apel gelar pasukan merupakan langkah awal untuk memastikan seluruh personel, sarana, dan prasarana siap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya berfokus pada lalu lintas, tetapi juga pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Sebanyak 510 personel kami siagakan dengan dukungan TNI dan Pemerintah Kabupaten Semarang agar masyarakat dapat mudik dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Pengamanan akan difokuskan pada jalur utama, pusat keramaian, tempat ibadah, hingga objek vital yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas selama masa mudik dan libur Lebaran.
Untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, Polres Semarang menyiapkan delapan pos pengamanan di sejumlah titik strategis, di antaranya rest area tol Semarang–Solo, kawasan Ngampin, serta daerah wisata Bandungan dan Getasan yang diperkirakan ramai pengunjung.
Polisi memprediksi dua puncak arus mudik terjadi pada 14–15 Maret dan 18 Maret 2026. Mengantisipasi lonjakan kendaraan, kepolisian menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, termasuk kemungkinan penerapan sistem one way di jalur tol sesuai situasi di lapangan.
Selain itu, tim pengurai kemacetan juga disiagakan untuk menjaga arus kendaraan tetap bergerak, sekaligus meminimalkan potensi kecelakaan selama masa mudik.
Pendekatan humanis juga menjadi bagian penting dalam operasi tahun ini. Aparat diminta tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, mulai dari pemudik yang mengalami kendala kendaraan hingga pelayanan informasi perjalanan.
Polres Semarang juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat 110 maupun layanan chatbot Polres Semarang jika membutuhkan bantuan selama perjalanan.
Dengan kesiapan personel dan sinergi berbagai pihak, diharapkan perjalanan mudik tahun ini tidak hanya aman, tetapi juga menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat yang ingin pulang dan berkumpul bersama keluarga di hari kemenangan. Red. EW/Bang_Ali