Gelang Emas 10 Gram Raib Digondol Komplotan Jambret di Angkot, Ibu Sukarni Jadi Korban di Jalan Imam Bonjol Salatiga
Salatiga. //Portallensa.com//Aksi penjambretan terjadi di dalam angkutan kota (angkot) yang melintas di kawasan Jalan Imam Bonjol, Senin sekitar pukul 15.00 WIB. Korban, Ibu Sukarni, kehilangan gelang emas seberat 10 gram yang diduga digasak komplotan pelaku dengan modus berpura-pura sakit dan berdesakan di dalam angkot.
Peristiwa bermula saat korban naik angkot nomor 1 dari kawasan BC Mart 4 Gedangan menuju arah Salatiga. Saat pertama naik, di dalam angkot hanya ada sopir, korban, dan seorang anak SMK.
Namun di perjalanan, satu per satu penumpang pria naik. Di perempatan Candran, seorang pria naik. Tak lama kemudian, di kawasan Lawuh Ndeso, seorang pria lain menyusul. Berikutnya, seorang pria kembali naik di depan Sayur Pak Sudir, dan satu pria lagi naik di dekat Nasi Goreng Ngedog. Total terdapat empat pria yang duduk berdekatan di dalam angkot.
Diduga di titik inilah aksi kejahatan mulai dijalankan.
Salah satu pria yang duduk di pojok tiba-tiba batuk-batuk keras seolah hendak muntah. Di saat bersamaan, pria lain yang berada di sampingnya mendorong punggung pria tersebut.
Pria yang didorong kemudian berdiri dan membungkuk, menciptakan suasana gaduh dan sempit di dalam angkot.
Tiba-tiba, pria yang sebelumnya batuk itu mendorong tubuhnya ke arah korban, menubruk sambil memegang pundak kiri dan tangan korban.
Dalam situasi kacau tersebut, dua pria langsung turun dari angkot. Dua lainnya masih berada di dalam bersama korban.
Korban baru menyadari gelang emasnya telah hilang saat angkot melintas di sekitar Hotel 168.
Dalam kondisi panik, korban berteriak kepada sopir, “Pak, gelang saya hilang!”
Sopir angkot menjawab, “Sing midun kono mau yae buk… oyaken buk, oyaken!
Korban kemudian turun dari angkot dan berteriak meminta tolong. Seorang petugas keamanan hotel keluar menghampiri, namun korban dalam kondisi syok dan tidak mampu berbicara banyak. Setelah itu, korban berjalan kembali hingga Jalan Pasar Banyu Putih.
Tak lama kemudian, sopir angkot tersebut kembali menghampiri korban setelah mengantar dua penumpang pria yang tersisa, lalu mengantar korban hingga tujuan di warung gorengan Njetis.
Peristiwa ini memperlihatkan dugaan aksi jambret terorganisir dengan modus pengalihan perhatian di dalam kendaraan umum.
Pelaku memanfaatkan kepadatan dan situasi gaduh untuk melancarkan aksinya tanpa disadari korban.
Hingga kini, belum diketahui apakah korban telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggunakan transportasi umum dan mengenakan perhiasan mencolok.
Kasus ini kembali menjadi peringatan bahwa aksi kriminal di ruang publik masih mengintai, bahkan di siang hari bolong. Red. Bang_Ali.