April 18, 2026

Indonesia Berduka, Mengenang Jasa Wakil Presiden ke-6 RI

9d74d120-6254-45f9-ba14-e14f2acf62db

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

Bangsa Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. H. Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, telah berpulang ke rahmatullah. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia yang pernah merasakan pengabdian dan keteladanan beliau.

Lahir pada 15 November 1935, almarhum dikenal sebagai sosok prajurit sejati yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara. Karier militernya di Tentara Nasional Indonesia ditempa dari bawah hingga mencapai puncak sebagai Jenderal TNI. Ketegasan, kedisiplinan, serta kesetiaan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi ciri utama kepemimpinan beliau.

Puncak pengabdian almarhum di tingkat kenegaraan tercatat saat dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998. Dalam masa tugasnya, beliau mendampingi Presiden di tengah dinamika nasional yang tidak mudah. Dengan sikap tenang, rendah hati, dan penuh kehati-hatian, beliau menjalankan peran strategis sebagai penopang stabilitas pemerintahan serta jembatan antara negara dan rakyat.

Sebagai Wakil Presiden, almarhum dikenal konsisten mendorong pemerintahan yang berorientasi pada persatuan nasional, ketertiban, dan keberlanjutan pembangunan. Beliau juga kerap mengingatkan pentingnya integritas, loyalitas kepada negara, serta pengabdian tanpa pamrih—nilai-nilai yang hingga kini tetap relevan bagi generasi penerus bangsa.

Di luar jabatan formal, sosok almarhum dikenal sederhana, santun, dan menjunjung tinggi etika. Keteladanan tersebut menjadikan beliau bukan hanya pemimpin negara, tetapi juga figur panutan yang dihormati lintas generasi dan latar belakang.

Atas seluruh jasa dan pengabdiannya, bangsa Indonesia patut mengenang almarhum sebagai negarawan dan prajurit sejati yang telah memberikan yang terbaik bagi Tanah Air. Semoga segala amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi duka ini.
Selamat jalan, putra terbaik bangsa. Indonesia berduka.