Cegah Narkoba Masuk Sekolah, GERAM Jateng Edukasi Ratusan Pelajar di Pringapus
Semarang, Portallensa.com — Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar terus digencarkan. Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Rakyat Anti Madat (GERAM) Jawa Tengah menggelar sosialisasi bahaya narkoba di SMK Negeri Pringapus, Kabupaten Semarang, Jumat (14/2/2026).
Kegiatan ini diikuti ratusan siswa dari berbagai jurusan. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai dampak kesehatan, sosial, serta konsekuensi hukum akibat penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.
Ketua DPD GERAM Jawa Tengah, Havid Sungkar, didampingi Ketua DPC GERAM Kabupaten Semarang Setyo Wardoyo, menegaskan bahwa pelajar merupakan kelompok yang rentan menjadi sasaran peredaran gelap narkoba.
“Peredaran narkoba saat ini banyak menyasar generasi muda. Karena itu, kami hadir untuk memberikan edukasi dan membekali siswa agar berani mengatakan tidak pada narkoba,” ujarnya.
Edukasi Bahaya dan Konsekuensi Hukum
Dalam sesi materi, para narasumber memaparkan berbagai jenis narkotika yang kerap beredar di lingkungan remaja, mulai dari ganja, sabu, hingga obat-obatan terlarang yang sering disalahgunakan. Siswa juga dibekali pemahaman mengenai dampak jangka pendek dan panjang, seperti gangguan kesehatan mental, kerusakan organ tubuh, hingga ancaman pidana.
Turut hadir perwakilan aparat penegak hukum dari Satuan Reserse Narkoba Polres Semarang, yakni IPDA Catur Budi Santosa dan IPDA Agus W.S.
IPDA Agus menegaskan bahwa keterlibatan narkoba dapat berujung pada proses hukum serius dan berdampak panjang terhadap masa depan pelajar.
“Sekali terlibat, risikonya sangat besar. Selain merusak kesehatan, masa depan juga bisa hancur,” jelasnya.
Kepala SMK Negeri Pringapus, Amar Ma’ruf Fahrudin, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pencegahan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan peran sekolah, tetapi membutuhkan sinergi dengan orang tua dan lingkungan.
“Kami terus memperkuat pembinaan karakter siswa. Sinergi sekolah, keluarga, dan organisasi masyarakat sangat penting untuk melindungi anak-anak kita sebagai agen perubahan,” ujarnya.
Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan dan mengajukan pertanyaan seputar cara menghindari pergaulan negatif serta langkah yang harus dilakukan jika mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
Salah satu siswa kelas XI, Dian asal Pringsari, mengaku memperoleh wawasan baru.
“Sekarang saya lebih paham. Ternyata bukan hanya kesehatan yang rusak, tapi masa depan juga bisa hancur,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Havid Sungkar juga mengajak siswa melakukan simulasi singkat penolakan ajakan membeli dan mengonsumsi narkoba dengan slogan “Prestasi Yes, Narkoba No!” yang disambut antusias para peserta.
GERAM Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah di wilayah Jawa Tengah sebagai langkah nyata melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.
(Red.Endar W / Editor. Bang_Ali)
