April 21, 2026

Andri, Buruh 10 Tahun Asal Salatiga Tak Dapat Kompensasi Usai PHK: Harap Pemerintah Lebih Peduli

Salatiga – portallensa.com // Seorang warga asal Desa Ringin Nawe, Kota Salatiga, bernama Andri, yang akrab disapa “Cuy”, mengungkapkan rasa kecewa dan keprihatinannya setelah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dari tempatnya bekerja. Andri telah bekerja selama hampir 10 tahun di sebuah perusahaan swasta di daerah tersebut.

Namun, setelah bertahun-tahun mengabdi, Andri mengaku tidak menerima kompensasi atau hak-haknya sebagai buruh pabrik yang telah diberhentikan. “Selama 10 tahun saya kerja di sana, tidak ada hasil yang berarti. Setelah di-PHK, saya tidak menerima santunan apa pun dari perusahaan,” ujarnya dengan nada kecewa saat ditemui oleh awak media.

Ia juga menyoroti minimnya perhatian dari pemerintah terhadap nasib pekerja kecil seperti dirinya. Menurut Andri, seharusnya pemerintah hadir memberikan perlindungan dan pengawasan terhadap hak-hak buruh, terutama mereka yang telah lama mengabdi di perusahaan.

“Pesan saya untuk pemerintah, tolong lebih perhatikan rakyat kecil seperti kami. Jangan sampai kami hanya dianggap angka tanpa ada kepedulian,” kata Andri menutup wawancara dengan mata berkaca-kaca.

Kisah Andri mencerminkan nasib sebagian buruh yang belum mendapatkan perlindungan hukum dan sosial secara memadai, terutama di sektor informal dan swasta. Diharapkan ada tindak lanjut dari pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan ini dan mencegah kejadian serupa di masa depan. ( tm )