Aksi Heroik Sopir Bus Selamatkan Puluhan Pendaki Gunung Lawu, Pilih Tabrakkan Kendaraan Demi Hindari Korban Jiwa

“Seorang sopir bukan hanya mengantarkan penumpang sampai tujuan, tetapi juga bertanggung jawab menjaga keselamatan mereka.”

FB_IMG_1782303390392

Portallensa.com  –Karanganyar – Keberanian dan ketenangan seorang sopir senior bernama Sukirno (67) menjadi penentu keselamatan puluhan penumpang Bus Sumber Berlian Jaya bernomor polisi B 7558 YN saat mengalami rem blong di kawasan Jalur Candi Cetho, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

 

Bus yang mengangkut rombongan pendaki usai menaklukkan Gunung Lawu melalui jalur Candi Cetho itu semula hendak kembali menuju Jakarta. Sebelum melanjutkan perjalanan, kendaraan sempat berhenti di sekitar Polsek Ngargoyoso untuk melakukan pemeriksaan kondisi rem dan memastikan selang power steering dalam keadaan baik.

 

Menurut Sukirno, saat pemeriksaan dilakukan seluruh sistem pengereman masih berfungsi normal. Namun, beberapa saat setelah perjalanan dilanjutkan, terdengar suara letupan keras yang diduga berasal dari sistem rem.

 

“Rem tidak ada itu paling jarak 500 meter dari lokasi kejadian. Sudah diinjek tiga kali tidak ada, rem tangan tidak ada berarti rem bocor,” ungkap Sukirno.

 

Menyadari situasi yang sangat berbahaya, sopir yang telah berpengalaman puluhan tahun itu tetap tenang. Ia segera memperingatkan para penumpang dan meminta mereka yang berada di bagian depan untuk berpindah ke kursi belakang guna meminimalkan risiko apabila terjadi benturan.

 

“Ini rem tidak ada, suruh penumpang ke belakang, yang dekat saya sama dekat pintu,” katanya.

 

Dalam hitungan detik, Sukirno harus mengambil keputusan yang tidak mudah. Demi menghindari bus melaju tak terkendali dan berpotensi menimbulkan korban lebih besar, ia memilih mengarahkan kendaraan ke tiang di pinggir jalan dan area selokan sebagai upaya memperlambat laju bus.

 

Benturan keras tak terelakkan. Bus bahkan sempat menghantam sebagian bangunan rumah makan yang berada di tepi jalan. Namun, keputusan berani tersebut terbukti menyelamatkan puluhan nyawa yang berada di dalam kendaraan.

 

Meski mengalami kecelakaan tunggal, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Para pendaki kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jakarta menggunakan armada bus pengganti yang didatangkan dari wilayah Kabupaten Tegal.

 

Aksi heroik Sukirno pun menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Di usia 67 tahun, pria tersebut menunjukkan bahwa profesionalisme, pengalaman, dan keberanian dalam menghadapi situasi darurat mampu menjadi benteng terakhir penyelamat nyawa manusia.

 

Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem keselamatan kendaraan, terutama armada angkutan umum yang melintasi jalur-jalur pegunungan dengan medan ekstrem.

 

Di tengah kepanikan dan ancaman maut yang datang begitu cepat, Sukirno memilih mempertaruhkan dirinya di balik kemudi agar puluhan penumpang dapat kembali berkumpul dengan keluarga mereka.

 

“Seorang sopir bukan hanya mengantarkan penumpang sampai tujuan, tetapi juga bertanggung jawab menjaga keselamatan mereka.” Sumber : Info4kota/Editor : Bang_Ali