Diduga Anggota “Kreak” Tabrak Pohon di Semarang, Kawan-kawan Hilang Lebih Cepat dari Lampu Sein

“Jangan sampai slogan ‘satu komando, satu solidaritas’ berubah menjadi ‘satu nabrak, semua menghilang’.”

Screenshot_20260625_115012

Portallensa.com// SEMARANG – Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Dokter Cipto, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Kamis (25/6/2026) dini hari. Seorang pengendara sepeda motor yang diduga merupakan anggota kelompok pemuda yang kerap disebut “kreak” menabrak pohon di tepi jalan, tepat di depan Kafe Kopitagram.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu tidak berkendara sendirian. Ia disebut berada dalam rombongan sejumlah pemuda yang melintas di kawasan tersebut pada malam hingga dini hari.

 

Namun nahas, saat motor yang dikendarainya kehilangan kendali dan menghantam pohon, solidaritas yang selama ini mungkin terdengar lantang di jalanan mendadak menguap. Bukannya memberikan pertolongan, rekan-rekan korban justru dikabarkan langsung kabur meninggalkan lokasi.

 

Warga yang mengetahui kejadian itu sempat dibuat heran. Pasalnya, suara knalpot dan keramaian rombongan sebelumnya cukup terdengar, tetapi sesaat setelah kecelakaan terjadi, suasana mendadak sepi bak habis dibubarkan alarm ronda.

 

“Pas rame-rame datang, kelihatannya kompak. Tapi begitu ada yang nabrak pohon, kompaknya pindah ke gigi empat semua,” celetuk seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Beruntung, pengendara tersebut dilaporkan selamat dan hanya mengalami luka-luka akibat benturan keras dengan pohon. Korban kemudian mendapatkan penanganan dari warga dan pihak terkait yang datang ke lokasi.

 

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa keberanian yang dipamerkan di jalan raya tidak selalu sebanding dengan rasa tanggung jawab ketika musibah datang. Jalan umum bukan arena unjuk nyali, apalagi jika akhirnya yang setia menemani hanya pohon yang ditabrak.

 

Masyarakat berharap para pemuda yang gemar konvoi dan membuat keresahan dapat lebih mengutamakan keselamatan berkendara. Sebab, persahabatan sejati seharusnya tidak ikut menghilang ketika salah satu anggota rombongan terjatuh.

 

“Jangan sampai slogan ‘satu komando, satu solidaritas’ berubah menjadi ‘satu nabrak, semua menghilang’.” (Bang_Ali)