April 18, 2026

Forkopimcam Bergas Gelar Susuk Wangan di Curug Tirtowening, Lestarikan Air dan Budaya Lokal

IMG-20260208-WA0015

Bergas, Kabupaten Semarang. //Portallensa.com//. — Dalam rangka memperingati Merti Bumi Serasi sekaligus Hari Jadi ke-505 Kabupaten Semarang Tahun 2026, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bergas menggelar tradisi Susuk Wangan di kawasan wisata Curug Tirtowening, Desa Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Sabtu (8/2/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Camat Bergas Slamet Widada, S.S., M.M., Kapolsek Bergas, Danramil 15/Bergas, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Bergas, Kepala KUA Bergas, Kepala UPTD Puskesmas Bergas, Ketua Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Bergas, Kepala BPP Bergas, Ketua TP PKK Kecamatan Bergas, pamong budaya, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tamu undangan lainnya.


Rangkaian acara diawali dengan penampilan kesenian angklung SD Negeri Munding, Juara I Festival Angklung Tingkat SD se-Kabupaten Semarang Tahun 2026. Penampilan tersebut mendapat apresiasi para tamu undangan sebagai bentuk nyata pelestarian budaya sejak usia dini.


Acara dilanjutkan dengan kirab dan prosesi Lung Tinampi Tirta Mahening Suci, yakni pengambilan air dari tiga sumber mata air di Desa Munding. Air dari dua sumber, yaitu Mata Air Ngares dan Mata Air Lingkungan Bangkong, Dusun Gemawang, dibawa oleh Juru Kunci Suyanto dan didampingi Juru Kunci Sonifiyanto selaku Kepala Dusun Gemawang.


Air tersebut kemudian diserahkan kepada Juru Kunci Curug Tirtowening, Ngabedi, untuk disatukan dengan air dari sumber mata air ketiga, yakni Curug Tirtowening.


Kendi berisi air dari tiga sumber mata air tersebut selanjutnya diserahkan Ngabedi kepada Kepala Desa Munding, Romdoniyatun, S.Ag., kemudian diteruskan kepada Pamong Budaya Kecamatan Bergas, Tri Winarti, S.Pd., M.Pd. Air suci ini rencananya akan disatukan dengan air dari 19 kecamatan se-Kabupaten Semarang pada puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Semarang, 11 Februari 2026.


Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Forkopimcam Bergas bersama Kepala Desa Munding melakukan penanaman pohon pakis dan pohon kamboja warna di kawasan Desa Wisata Curug Tirtowening. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pelepasan bibit ikan koi hasil perikanan Yessy Koi Farm Desa Munding serta pelepasan lima ekor burung merpati dari peternakan desa setempat.


Camat Bergas, Slamet Widada, menjelaskan bahwa tradisi Susuk Wangan mengandung filosofi agar masyarakat senantiasa menjaga kelestarian sumber mata air dan kebersihan sungai guna mencegah bencana alam seperti banjir.


“Lung tinampi atau pengambilan air perwita suci ini bertujuan merawat dan melestarikan budaya. Air suci nantinya digunakan untuk jamasan pusaka. Selain Susuk Wangan, kegiatan ini juga diisi dengan bersih-bersih sungai dan penanaman pohon di lahan tandus guna mencegah erosi dan banjir,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelepasan burung dan ikan ke alam bebas memiliki makna kebebasan sekaligus pengingat agar masyarakat menjaga keseimbangan ekosistem.


“Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Bergas, Ngasripan, S.Pd., M.Pd., mengatakan keterlibatan pelajar melalui kesenian angklung merupakan wujud pelestarian kearifan lokal yang harus terus ditanamkan kepada generasi muda. (Red.Endar W. Kreator. Bang_Ali)