Warga RW 6 Legok Kauman Kidul Gelar Merti Dusun, Arak Gunungan Hasil Panen Sebagai Wujud Syukur
PORTALLENSA.COM – SALATIGA – Tradisi dan semangat kebersamaan kembali mewarnai kehidupan masyarakat Kota Salatiga. Warga RW 6 Legok, Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, menggelar tradisi Merti Dusun pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Kegiatan tahunan tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen, limpahan rezeki, keselamatan, serta keberkahan yang telah dirasakan warga selama satu tahun terakhir.
Sejak pagi hari, suasana di Kampung Legok tampak berbeda. Warga dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, pemuda hingga orang tua, berbondong-bondong mengikuti rangkaian kegiatan dengan mengenakan pakaian adat Jawa serta beragam kostum menarik.
Sorotan utama dalam tradisi Merti Dusun kali ini adalah hadirnya gunungan hasil bumi yang tersusun dari berbagai hasil panen warga. Aneka sayuran, buah-buahan hingga hasil pertanian lainnya ditata membentuk gunungan sebelum akhirnya diarak keliling kampung.
Arak Gunungan, Warga Berbagi Hasil Bumi
Arak-arakan gunungan menjadi salah satu momen yang paling dinanti masyarakat. Dengan penuh semangat, warga mengiringi gunungan berkeliling wilayah kampung.
Alunan musik tradisional, yel-yel dan antusiasme masyarakat membuat suasana Merti Dusun semakin semarak. Tidak hanya menjadi sebuah kirab budaya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Menariknya, dalam perjalanan arak-arakan, hasil bumi dan makanan turut dibagikan kepada masyarakat. Warga pun terlihat antusias menyambut pembagian tersebut sebagai simbol berbagi rezeki dan keberkahan.
“Ini bukan sekadar kirab. Tetapi menjadi bentuk kebersamaan dan berbagi rezeki. Siapa saja boleh mengambil sebagai simbol agar keberkahan dapat dirasakan bersama,” ujar salah seorang panitia.
Anak-anak tampak menjadi peserta yang paling bersemangat. Dengan mengenakan kostum warna-warni, mereka mengikuti arak-arakan dan larut dalam kegembiraan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Para sesepuh dan tokoh masyarakat juga turut mengiringi jalannya kegiatan, memberikan nuansa khidmat sekaligus menjadi pengingat bahwa tradisi leluhur perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Doa Bersama dan Kenduri Tumpengan
Setelah arak-arakan keliling kampung selesai, seluruh warga berkumpul di lokasi utama kegiatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama dan sesepuh kampung.
Dalam doa tersebut, warga berharap agar lingkungan RW 6 Legok senantiasa diberikan keselamatan, keamanan, kedamaian serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Puncak kegiatan Merti Dusun ditandai dengan kenduri dan makan bersama. Nasi tumpeng beserta berbagai lauk hasil gotong royong warga disantap bersama dalam suasana penuh keakraban.
Makan bersama menjadi simbol persatuan dan kekompakan warga. Di tengah perbedaan, masyarakat duduk bersama, menikmati hidangan dan mempererat hubungan kekeluargaan.
Bagi warga RW 6 Legok, Merti Dusun bukan hanya sekadar kegiatan adat atau ritual tahunan. Lebih dari itu, tradisi tersebut menjadi ruang untuk merawat budaya, menjaga semangat gotong royong dan menanamkan nilai rasa syukur kepada generasi muda.
Dengan wajah penuh kebahagiaan dan semangat kebersamaan, warga menutup rangkaian Merti Dusun RW 6 Legok Kauman Kidul Tahun 2026 dengan harapan hasil panen di tahun mendatang semakin melimpah serta tradisi leluhur ini terus hidup dan lestari dari generasi ke generasi.
red : Indra
creat : tomi
