Tabungan Kebajikan Warnai HUT ke-505 Kabupaten Semarang, Ribuan Gelas Beras Jadi Simbol Gotong Royong

WhatsApp Image 2026-03-17 at 10.23.47 AM

UNGARAN – Portallensa.com Peringatan Hari Jadi ke-505 Kabupaten Semarang tak hanya diwarnai seremoni, tetapi juga gerakan sosial yang menyentuh akar budaya masyarakat. Melalui program “tabungan kebajikan”, ribuan gelas beras berhasil dikumpulkan sebagai wujud nyata semangat gotong royong lintas elemen.

Gerakan yang diinisiasi Lembaga Kesenian dan Kebudayaan (LKK) Kabupaten Semarang ini mengajak masyarakat menyisihkan satu gelas beras dan koin. Sederhana, namun sarat makna—menjadikan berbagi sebagai bagian dari perayaan.

Ketua LKK Kabupaten Semarang, Pujianto, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya berbagi.

“Ini memang baru pertama kali kita lakukan. Banyak gagasan yang bisa diangkat, tetapi tahun ini kita ingin membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar memberi,” ujarnya usai Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-505 di Gedung DPRD Kabupaten Semarang, Minggu (15/3/2026).

Partisipasi masyarakat pun terbilang luas. Mulai dari komunitas lintas agama, pelajar, hingga kelompok warga di 19 kecamatan turut ambil bagian. Pengumpulan dilakukan di berbagai titik—masjid, gereja, vihara, sekolah, hingga posko LKK.

Lebih dari sekadar pengumpulan bahan pangan, gerakan ini membawa filosofi mendalam tentang keseimbangan hidup.

“Rezeki itu seperti napas—ada masuk dan keluar. Kalau hanya ingin menerima, justru bisa terhenti. Maka saat kita ingin rezeki terus mengalir, kita juga harus mau berbagi,” jelas Pujianto.

Ribuan gelas beras yang terkumpul nantinya akan dikemas ulang menjadi paket lima kilogram untuk dibagikan kembali kepada masyarakat. Tak hanya itu, bahan kenduri budaya seperti sayur, telur, tahu, tempe hingga ayam juga berasal dari sumbangan warga.

Puncak kegiatan syukuran rencananya akan digelar di Pendopo Bupati Semarang. Di sanalah, hasil gotong royong masyarakat akan kembali ke rakyat—dalam bentuk hidangan kenduri yang dinikmati bersama.

Gerakan “tabungan kebajikan” menjadi bukti bahwa di tengah modernisasi, nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas sosial masih hidup dan tumbuh di Kabupaten Semarang.

(Red: EW/Bang_Ali)