Sabtu Sore Penuh Ketegangan: Tujuh RT Adu Kreativitas, Bukan Sekadar Berebut Juara

0
Screenshot_20260816_083122

SEMARANG —Portallensa.com– Sabtu sore, 15 Agustus 2026, menjadi hari yang cukup menegangkan bagi peserta lomba menghias kampung tingkat RW 03 Kelurahan Bangetayu Wetan. Bukan karena ada pertandingan keras, melainkan karena setiap RT harus mempertaruhkan hasil kerja, kreativitas, kekompakan dan kepedulian warganya di hadapan tim juri.

Tepat pukul 15.00 WIB, tim juri mulai melakukan penilaian. Tim tersebut terdiri dari Ketua TP PKK Kelurahan Bangetayu Wetan, Babinsa Bangetayu Wetan, serta perwakilan dari Kelurahan Bangetayu Wetan.

Penilaian dimulai dari RT 03, kemudian berlanjut ke RT 02, RT 01, RT 04, RT 05, RT 06 dan terakhir RT 07.

Yang dipertaruhkan bukan sekadar hiasan warna-warni.

Taman Toga, kebersihan, keindahan lingkungan, pemanfaatan limbah hingga kreativitas warga menjadi bagian dari penilaian. Masing-masing RT pun tampil dengan gaya dan keunggulannya sendiri.

Ada Taman Toga yang ditata sedemikian rupa. Ada pemanfaatan barang bekas menjadi karya kreatif. Ada pula tarian dan yel-yel yang mengguncang suasana, membangkitkan semangat warga sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas tidak selalu membutuhkan biaya besar.

Di balik kemeriahan tersebut, ada satu kekuatan yang tidak boleh dilupakan: peran TP PKK.TP PKK bukan sekadar pelengkap dalam kegiatan lingkungan. Ketika bergerak bersama warga, TP PKK dapat menjadi salah satu penopang penting dalam menghidupkan berbagai kegiatan—mulai dari kebersihan, penghijauan, kesehatan keluarga hingga pemberdayaan masyarakat.Namun ada catatan yang lebih penting.

Maju atau mundurnya sebuah lingkungan tidak hanya ditentukan oleh pengurus.Pengurus bisa membuat program, tetapi tanpa partisipasi warga, program hanya akan menjadi tulisan di atas kertas.Sebaliknya, ketika warga mau menyumbangkan tenaga, waktu dan pikiran, sekecil apa pun kontribusinya, lingkungan akan memiliki energi untuk bergerak maju.Di sinilah lomba menghias kampung seharusnya tidak berhenti pada persoalan siapa juara satu, dua atau tiga.

Lomba ini mestinya menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Sebab terkadang persoalan terbesar bukan kurangnya program, tetapi terlalu banyak penonton dan terlalu sedikit orang yang mau turun tangan.Ironisnya, ketika kegiatan berjalan sukses, yang tampil memberikan komentar bisa banyak. Ketika ada kekurangan, suara kritik bisa lebih keras lagi. Tetapi saat tenaga dibutuhkan, waktunya disisihkan, atau pikiran diminta untuk ikut membantu, jumlahnya tiba-tiba menyusut.

Karena yang vokal sering kali adalah penonton di luar lapangan.Padahal, membangun lingkungan tidak cukup hanya dengan berkomentar dari pinggir lapangan. Harus ada keberanian untuk masuk ke dalam lapangan, ikut bekerja, ikut berpikir dan ikut bertanggung jawab.Lebih jauh, keterlibatan warga juga dapat mengikis prasangka terhadap pengurus maupun warga lain yang selama ini aktif.

Ketika seseorang ikut bekerja, ia akan lebih memahami bahwa mengurus lingkungan bukan perkara mudah. Ada waktu yang dikorbankan, tenaga yang dikeluarkan, bahkan terkadang pikiran dan perasaan yang harus dipertaruhkan.

Maka jangan hanya bertanya, “Apa yang sudah dilakukan pengurus untuk kita?”Sesekali balik pertanyaannya:“Apa yang sudah kita lakukan untuk lingkungan kita?”Itulah makna yang jauh lebih besar dari lomba menghias kampung RW 03.Tentang kreativitas, iya.

Tentang kebersihan, tentu.

Tentang persaingan, pasti.

Tetapi yang paling penting adalah membangun budaya gotong royong dan menghidupkan kembali kepedulian warga.

Siapa yang akan menjadi juara masih menjadi misteri.

Jawabannya baru akan diumumkan dalam acara puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dalam rangkaian jalan sehat pada 30 Agustus 2026.

Namun sejatinya, ada kemenangan yang jauh lebih penting daripada sekadar mendapatkan piala.

Ketika warga berhenti menjadi penonton dan mulai menjadi bagian dari perubahan, sesungguhnya seluruh RW 03 sudah menjadi pemenang.( Bang_Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *