Ribuan Warga Padati Lapangan Bulu Jaya, Merti Dusun Krajan Lemah Ireng Berlangsung Meriah Semalam Suntuk

0
79911

KABUPATEN SEMARANG | PORTALLENSA.COM – Ribuan warga memadati Lapangan Bulu Jaya, Dusun Krajan, Desa Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, Sabtu malam (25/7/2026), untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit dalam rangka Merti Dusun. Tradisi tahunan yang menjadi wujud rasa syukur masyarakat ini berlangsung meriah dan mampu menyedot perhatian warga dari berbagai daerah.

Pagelaran wayang kulit menghadirkan dalang kondang asal Klaten, Ki Anom Dwijo Kangkono, yang membawakan lakon “Wahyu Manunggaling Roso”. Suasana semakin semarak dengan penampilan bintang tamu Niken Salindri, yang sukses menghibur ribuan penonton hingga menjelang pagi.

Didukung cuaca yang cerah, masyarakat tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan. Sejak sore hingga semalam suntuk, lapangan dipenuhi penonton yang rela bertahan di lokasi untuk menikmati setiap adegan pewayangan sebagai bagian dari warisan budaya Jawa yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman.Kepala Desa Lemah Ireng, Triyono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan Merti Dusun tahun ini.

“Kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan seluruh masyarakat Lemah Ireng, khususnya warga Dusun Krajan. Kami juga sangat bangga kepada Linmas, Bhabinkamtibmas, serta panitia dari Karang Taruna Lemah Ireng yang bekerja dengan penuh semangat, tanggung jawab, dan kekompakan. Mereka adalah generasi penerus yang terus nguri-uri budaya leluhur agar tidak tergerus oleh budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Triyono.

Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya Kapolsek Bawen, Danramil Bawen, Camat Bawen, anggota DPRD Kabupaten Semarang, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, serta masyarakat dari Lemah Ireng dan wilayah sekitarnya.

Tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, Merti Dusun juga membawa berkah bagi pelaku usaha kecil. Puluhan pelaku UMKM yang membuka lapak di sekitar lokasi mengaku mengalami peningkatan omzet. Berbagai jenis kuliner, minuman, mainan anak hingga produk lokal laris diserbu pengunjung.

Pantauan PORTALLENSA.COM di lokasi menunjukkan hampir seluruh lapak dipenuhi pembeli sejak sore hingga acara usai. Senyum para pedagang menjadi bukti bahwa tradisi budaya tidak hanya mempererat kebersamaan masyarakat, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian warga.

Merti Dusun Krajan tahun 2026 menjadi gambaran nyata bahwa budaya, gotong royong, dan ekonomi kerakyatan dapat berjalan beriringan. Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Lemah Ireng membuktikan bahwa menjaga tradisi bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan investasi untuk memperkuat identitas dan kebersamaan generasi mendatang.(Kang Gito/Bang_Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *