Lautan Api Hanguskan Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, 70 Rumah Lenyap dalam Hitungan Jam, Ratusan Warga Kehilangan Tempat Tinggal

0

“Musibah ini mengajarkan bahwa warisan budaya bukan hanya milik satu kampung, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh bangsa untuk dijaga dan dipulihkan.”

Screenshot_20260726_183115

SUKABUMI | PORTALLENSA.COM – Duka menyelimuti Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, RT 05 dan RT 07 RW 02, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kebakaran hebat yang terjadi pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WIB meluluhlantakkan kawasan permukiman adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam waktu kurang dari dua jam, kobaran api melahap sedikitnya 70 unit rumah adat tradisional, termasuk lumbung padi dan bangunan bersejarah Imah Gede, hingga rata dengan tanah. Asap hitam membumbung tinggi ke langit, sementara warga hanya mampu menyaksikan rumah dan harta benda mereka dilalap si jago merah.

Peristiwa ini mengakibatkan 70 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 420 jiwa kehilangan tempat tinggal. Meski demikian, di tengah besarnya musibah tersebut, tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan.Selain rumah-rumah warga, dua unit kendaraan roda empat juga tidak dapat diselamatkan dan hangus terbakar. Kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, bahkan berpotensi lebih besar mengingat banyaknya bangunan adat yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tidak ternilai.

Tangis haru pecah ketika warga melihat kampung yang selama ini menjadi simbol kearifan lokal berubah menjadi hamparan puing dan abu. Banyak keluarga hanya berhasil menyelamatkan pakaian yang melekat di badan, sementara seluruh isi rumah habis dilalap api.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Aparat bersama relawan dan masyarakat terus melakukan pendataan terhadap para korban serta menyalurkan bantuan darurat berupa makanan, pakaian, dan kebutuhan pokok.

Musibah ini bukan sekadar kehilangan bangunan fisik, tetapi juga menjadi pukulan berat bagi pelestarian warisan budaya Sunda. Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya selama ini dikenal sebagai salah satu penjaga tradisi leluhur yang masih mempertahankan arsitektur rumah adat, sistem pertanian tradisional, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kini, ratusan warga berharap uluran tangan dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat luas agar mereka dapat kembali membangun kehidupan serta menghidupkan kembali kampung adat yang menjadi kebanggaan bersama.

“Musibah ini mengajarkan bahwa warisan budaya bukan hanya milik satu kampung, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh bangsa untuk dijaga dan dipulihkan.” (Bang_Ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *