Kebakaran Lahan di Jabungan: Api Menjalar, Kesadaran Warga Jangan Terbakar

0
IMG-20260816-WA0036

SEMARANG —Portallensa.com– Kebakaran melanda lahan perkebunan di Dusun Pulesari RT 02/RW 02, Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 14.25 WIB.

Lokasi kebakaran berada di kawasan perkebunan yang berbatasan dengan permukiman warga dan berada di bawah kawasan Perumahan Tembalang Pesona Asri (TPA). Kondisi lahan yang dipenuhi ilalang serta ranting kering, ditambah cuaca panas dan angin cukup kencang, membuat api dengan cepat merambat.

Menurut warga sekitar, Purwoto, titik api pertama kali terlihat dari bagian tengah area perkebunan. Penyebab kebakaran masih berupa dugaan, salah satunya kemungkinan berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Karena itu, penyebab pasti tetap perlu dipastikan oleh pihak berwenang.

Yang patut diapresiasi, sebelum mobil pemadam tiba, warga bersama relawan dan anggota BPBD bergerak melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Langkah cepat tersebut menjadi penting mengingat lokasi berada di kawasan perbukitan dengan akses kendaraan yang cukup terbatas.

Petugas Damkar Kota Semarang kemudian tiba dan melakukan pemadaman. Sekitar pukul 14.52 WIB, api berhasil dikendalikan dengan bantuan satu unit mobil pemadam. Proses dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyulut kebakaran.Namun persoalannya bukan hanya soal api yang berhasil dipadamkan.

Kebakaran lahan di kawasan yang berdekatan dengan permukiman harus menjadi peringatan serius. Ketika lahan kering berada berdampingan dengan rumah warga, satu sumber api kecil dapat berubah menjadi ancaman besar dalam hitungan menit.

Apalagi, dugaan puntung rokok kembali mengemuka. Jika dugaan tersebut benar, maka persoalannya bukan semata-mata faktor cuaca, melainkan juga kelalaian manusia.

Musim kemarau seharusnya membuat kewaspadaan meningkat, bukan justru menurunkan kepedulian terhadap lingkungan. Membakar sampah sembarangan maupun membuang puntung rokok di lahan kering adalah tindakan sederhana yang konsekuensinya bisa sangat besar.

Data Damkar yang menyebut telah terjadi 52 kasus kebakaran lahan/ilalang di Kota Semarang sepanjang Januari–Juli 2026 semestinya tidak dipandang sebagai angka statistik belaka. Angka tersebut adalah alarm bahwa potensi kebakaran lahan semakin nyata dan membutuhkan pencegahan bersama.

Bhabinkamtibmas Jabungan, Bagus, menegaskan kesiapan untuk turun bersama dinas terkait dalam penanganan kebakaran lahan, khususnya pada musim kemarau ketika api lebih cepat menjalar.

Patroli dan pengawasan juga perlu diperkuat, terutama di kawasan lahan terbuka yang berbatasan langsung dengan permukiman. Jangan sampai penanganan baru bergerak setelah api membesar.

Hingga laporan ini dibuat, situasi di lokasi telah dinyatakan aman. Tidak ada laporan korban jiwa dan petugas bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kebakaran Jabungan harus menjadi pelajaran bersama: jangan menunggu api membesar untuk menyadari pentingnya pencegahan.

Warga diimbau tidak membakar sampah di sekitar lahan kering, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Semarang membutuhkan bukan hanya pemadam kebakaran yang sigap, tetapi juga masyarakat yang disiplin mencegah kebakaran sejak dari sumbernya.

Jaga Semarang tetap hijau, jangan biarkan kelalaian kecil berubah menjadi bencana. ( Juharmanik/Bang_Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *