Kandang Kambing di Mangkelang Asinan Bawen Ludes Terbakar, Seekor Kambing Mati Terpanggang

0
IMG-20260725-WA0000

KABUPATEN SEMARANG | Portallensa.com – Musibah kebakaran menghanguskan sebuah kandang kambing milik warga di Dusun Mangkelang, Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat malam (24/7/2026). Selain meludeskan bangunan kandang berukuran sekitar 9 x 7 meter, peristiwa tersebut juga menyebabkan seekor kambing betina mati terpanggang karena tidak sempat diselamatkan.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.15 WIB di RT 18/RW 05. Kandang tersebut diketahui milik Muji (64). Kobaran api yang dengan cepat membesar membuat warga sekitar panik dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.


Saksi pertama, Suwandi, warga setempat, mengaku melihat kobaran api sudah membesar saat pertama kali mengetahui kejadian tersebut. Ia kemudian segera berteriak meminta pertolongan warga dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.


Mendapat laporan, petugas bergerak cepat menuju lokasi. Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan dari Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Bringin, dan Kecamatan Getasan. Proses pemadaman juga mendapat dukungan dari personel TNI-Polri wilayah Bawen serta puluhan warga yang bahu-membahu membantu melokalisasi api agar tidak merembet ke rumah-rumah di sekitar lokasi.


Berkat kerja sama seluruh unsur, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan beberapa waktu kemudian. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bangunan kandang mengalami kerusakan total dan satu ekor kambing betina tidak dapat diselamatkan.


Akibat peristiwa tersebut, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergerak cepat membantu proses pemadaman.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada petugas Damkar, TNI, Polri, dan seluruh warga yang tanpa ragu bergotong royong memadamkan api sehingga kebakaran tidak merembet ke bangunan lain. Semangat kebersamaan seperti ini patut terus dijaga,” ujarnya.


Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan semi permanen yang mudah terbakar. Pemeriksaan instalasi listrik, penggunaan api di sekitar kandang, serta kesiapsiagaan warga diharapkan dapat meminimalkan risiko terjadinya musibah serupa di kemudian hari.(Kang Gito/Bang_Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *