Jago Merah Hanguskan 3 Hektare Lahan Jati dan Kebun Karet di Kandangan Bawen, Kerugian Diperkirakan Puluhan Juta Rupiah
KABUPATEN SEMARANG | Portallensa.com – Kebakaran hebat melanda kawasan perkebunan di Blok Dawung, Dusun Geyongan, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat malam (24/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Si jago merah menghanguskan sekitar 3 hektare lahan yang terdiri atas hutan jati dan kebun karet milik warga.
Api yang cepat membesar diduga dipicu kondisi musim kemarau disertai hembusan angin malam yang cukup kencang, sehingga kobaran api dengan mudah menjalar ke area perkebunan. Berkat kerja keras warga bersama aparat dan relawan, api akhirnya berhasil dipadamkan sebelum merembet ke permukiman penduduk.
Berdasarkan laporan Humas Linmas Desa Kandangan, kebakaran menghanguskan lahan jati milik Prayitno selaku Kepala Dusun Geyongan, serta lahan milik Sukirman, Tumali, dan Ngadimin. Selain itu, kebun karet milik Jumain sekitar 500 pohon, Ngateman sekitar 200 pohon, dan Misdi sekitar 150 pohon juga ikut terbakar.
Total luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 3 hektare. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah akibat rusaknya tanaman produktif dan tegakan jati.
Proses pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat Desa Kandangan bersama Pemerintah Desa, jajaran TNI-Polri, anggota Linmas, serta unsur terkait lainnya. Berkat kesigapan seluruh pihak, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke kawasan permukiman warga.
Humas Linmas Desa Kandangan menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam upaya pemadaman.
“Terima kasih kepada seluruh unsur yang telah bergerak cepat membantu proses pemadaman. Berkat kerja sama semua pihak, api dapat dikendalikan sehingga tidak sampai mengancam rumah-rumah warga,” ujarnya dalam laporan yang disampaikan kepada Bupati Semarang, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan BPBD Kabupaten Semarang.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada faktor cuaca yang sangat kering dan terpaan angin yang cukup kencang.Seorang warga, Budiono, mengatakan angin malam saat kejadian bertiup sangat kencang sehingga api yang semula kecil dapat dengan cepat berubah menjadi kobaran besar.
“Anginnya sangat kencang. Kalau ada api kecil saja, bisa langsung membesar karena tertiup angin,” ungkapnya.
Pemerintah Desa bersama Bhabinkamtibmas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelalaian sekecil apa pun di tengah cuaca kering dapat memicu kebakaran besar yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat maupun lingkungan.(Kang Gito/Bang_ Ali).
