Jagad Kembang Kumandang, Saat Bandungan Bermekaran Menyambut Ribuan Wisatawan

0
IMG-20260705-WA0021

Portallensa.com –Kabupaten Semarang — Udara sejuk lereng Gunung Ungaran pagi itu terasa berbeda. Aroma bunga yang semerbak berpadu dengan riuh tawa pengunjung dan alunan musik tradisional. Minggu (5/7/2026), Bandungan kembali menunjukkan pesonanya melalui Festival Bunga Bandungan 2026, sebuah perayaan yang bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga menghidupkan denyut pariwisata Kabupaten Semarang.

 

Sejak pagi, ribuan warga dan wisatawan telah memadati kawasan Bandungan. Mereka datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan puncak festival berupa arak-arakan 25 mobil hias yang disulap menjadi karya seni berjalan dengan balutan ribuan bunga warna-warni.

 

Parade dimulai dari halaman Wahid Hotel & Resort Bandungan, kemudian bergerak melewati jalan utama menuju Alun-Alun Mini RTH Bandungan dan berakhir di Lapangan Jetis. Di sepanjang perjalanan, tepuk tangan, sorak gembira, dan kilatan kamera mengiringi setiap mobil hias yang melintas. Setiap sudut jalan berubah menjadi panggung terbuka yang dipenuhi senyum dan decak kagum.

 

Festival ini dibuka secara resmi oleh Bupati Semarang, disaksikan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, DPRD Kabupaten Semarang, serta jajaran tamu undangan. Namun, kemeriahan sesungguhnya justru terasa di tengah masyarakat yang memenuhi setiap sisi jalan demi menikmati perayaan tahunan tersebut.

 

Tak hanya parade bunga, panggung hiburan juga dipenuhi penampilan tari tradisional dan atraksi marching band yang semakin menyemarakkan suasana. Harmoni budaya dan keindahan alam berpadu menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Bandungan memang memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi destinasi wisata unggulan. Berada di lereng selatan Gunung Ungaran dengan udara pegunungan yang sejuk, kawasan ini dikelilingi panorama Gunung Merbabu, Gunung Merapi, hamparan Rawa Pening, hingga kemegahan Candi Gedong Songo yang menyimpan jejak sejarah berabad-abad.

 

Festival bunga seolah menjadi cara Bandungan memperkenalkan dirinya kepada dunia. Bukan sekadar menampilkan rangkaian bunga yang indah, tetapi juga menghadirkan wajah keramahan masyarakat, kekayaan budaya, dan semangat gotong royong yang tumbuh di balik setiap dekorasi dan pertunjukan.

 

Saat matahari mulai bergeser ke barat, ribuan pengunjung masih bertahan menikmati suasana. Anak-anak berlarian, keluarga mengabadikan momen di depan mobil hias, sementara para wisatawan tak henti mengeluarkan kamera untuk menangkap setiap sudut keindahan.

 

Festival Bunga Bandungan 2026 kembali membuktikan bahwa keindahan tidak hanya lahir dari alamnya yang memikat, tetapi juga dari kreativitas masyarakat yang mampu menjadikan bunga sebagai bahasa kebudayaan dan pariwisata. Di Bandungan, setiap kelopak bunga bukan sekadar hiasan, melainkan undangan untuk datang, menikmati, lalu kembali membawa kenangan.

 

Bila dipadukan dengan udara pegunungan yang sejuk dan panorama alam yang memesona, Festival Bunga Bandungan menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia adalah perayaan keindahan yang terus mengukuhkan Bandungan sebagai salah satu ikon wisata Kabupaten Semarang.(Kang_Gito/Bang_Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *