ISTIGHOTSAH KUBRO AL KAROMAH KAWULO PURWOREJO, DZIKIR DAN SHOLAWAT UNTUK INDONESIA
PURWOREJO — Portallensa.com — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Istighotsah Kubro Jamaah Istighotsah Al Karomah Kawulo Purworejo, Sabtu malam (7/11/2026). Mengusung semangat Dzikir dan Sholawat untuk Indonesia, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat keimanan, melestarikan tradisi, sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa.
Rangkaian kegiatan diawali sekitar pukul 20.34 WIB dengan kirab hasil bumi, tumpeng, dan tunas kelapa (cikal) yang dibawa Laskar Al Karomah dari sekretariat majelis menuju panggung utama istighotsah.
Dengan mengenakan seragam hitam, rombongan berjalan tertib mengiringi gunungan hasil bumi yang tersusun dari berbagai sayuran, buah-buahan, padi, dan palawija. Di belakangnya, sejumlah anggota laskar membawa tampah besar berisi tumpeng kuning lengkap dengan lauk pauknya.
Kirab tersebut menarik perhatian masyarakat dan jamaah yang memadati sepanjang jalur perjalanan. Gunungan hasil bumi menjadi simbol rezeki dan kemakmuran, tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur serta doa keselamatan, sementara tunas kelapa atau cikal melambangkan kehidupan, pertumbuhan, dan harapan baru.

Dzikir dan Sholawat untuk Keselamatan Indonesia
Usai prosesi kirab, kegiatan dilanjutkan dengan dzikir dan sholawat bersama yang dipimpin langsung oleh Kyai Husein, selaku pemimpin Jamaah Istighotsah Al Karomah Kawulo Purworejo sekaligus penyelenggara kegiatan.
Di panggung utama yang dihiasi aneka rangkaian bunga berwarna-warni, para kyai, tokoh agama, dan tamu undangan mengikuti rangkaian dzikir dengan penuh kekhusyukan. Lantunan doa dan sholawat menggema, diikuti para jamaah yang hadir.
Doa bersama tersebut menjadi ikhtiar batin untuk memohon kepada Allah SWT agar Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, persatuan, serta dijauhkan dari bencana, perpecahan, dan berbagai persoalan bangsa.

Tausyiah Ibu Nyai Santri, Mengajak Merawat Iman dan Persaudaraan
Suasana religius semakin terasa saat memasuki acara tausyiah yang disampaikan oleh Ibu Nyai Santri.
Dalam tausyiahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperkuat iman dan ketakwaan, menjaga tali persaudaraan, serta tidak meninggalkan tradisi dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.
Pesan-pesan keagamaan tersebut disimak dengan penuh perhatian oleh jamaah, yang sesekali mengamini doa dan nasihat yang disampaikan.
Hadroh Al Karomah Sukorejo Kendal Meriahkan Acara
Kemeriahan Istighotsah Kubro semakin lengkap dengan penampilan Hadroh Al Karomah Sukorejo, Kendal. Tabuhan rebana yang kompak berpadu dengan lantunan sholawat merdu, menciptakan suasana religius sekaligus penuh semangat.
Para jamaah pun turut larut mengikuti lantunan sholawat, menjadikan suasana panggung semakin hidup tanpa mengurangi kekhidmatan acara.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir, acara berlangsung tertib, aman, dan penuh keakraban.
Istighotsah Kubro ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi, menjaga warisan tradisi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan bangsa.
Melalui dzikir dan sholawat, Jamaah Istighotsah Al Karomah Kawulo Purworejo mengirimkan pesan sederhana namun bermakna: bahwa kecintaan terhadap agama, budaya, dan Indonesia dapat dirawat melalui kebersamaan, doa, dan persaudaraan.
© Juharmanik/Bang_Ali
