Hari Batik Nasional, Keluarga Besar PT TKPN Bawen Kompak Berkain Batik: Merawat Warisan Leluhur, Menjaga Identitas Bangsa

0
Screenshot_20261002_203238


BAWEN, KABUPATEN SEMARANG –portallensa.com– Peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober menjadi momentum bagi keluarga besar PT TKPN (Taruna Kusuma Puri Nusa) Bawen untuk menunjukkan kecintaan terhadap salah satu warisan budaya bangsa.


Bukan sekadar mengenakan pakaian bermotif batik, seluruh keluarga besar PT TKPN Bawen tampil kompak dengan beragam corak dan motif batik. Suasana kebersamaan pun terasa kuat di lingkungan perusahaan, Jumat (2/10/2026).


Beragam motif yang dikenakan para karyawan dan karyawati seolah menjadi gambaran bahwa batik bukan hanya selembar kain, melainkan bagian dari perjalanan panjang budaya Nusantara yang diwariskan dari generasi ke generasi.


Bagi keluarga besar PT TKPN Bawen, mengenakan batik pada momentum Hari Batik Nasional juga menjadi bentuk sederhana untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap ragam warisan leluhur.


Di tengah perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup yang begitu cepat, batik tetap memiliki tempat tersendiri. Setiap motif menyimpan nilai budaya, kreativitas, filosofi, sekaligus jejak sejarah masyarakat Nusantara.


“Batik bukan sekadar pakaian. Di dalamnya ada warisan, budaya dan identitas bangsa. Dengan mengenakan batik, kami ingin menunjukkan rasa bangga sekaligus rasa memiliki terhadap warisan leluhur,” ujar perwakilan manajemen PT TKPN Bawen.


Kekompakan keluarga besar PT TKPN Bawen dalam mengenakan batik juga menjadi pesan bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan besar. Mengenakan, mencintai, dan memperkenalkan batik dalam kehidupan sehari-hari merupakan bagian dari upaya menjaga keberadaan warisan budaya tersebut.


Momentum Hari Batik Nasional tahun ini pun ditutup dengan kebersamaan dan foto bersama seluruh karyawan.


Dari lingkungan perusahaan, semangat sederhana itu diharapkan terus tumbuh: batik tetap dikenakan, dicintai, dan diwariskan—agar generasi berikutnya tidak hanya mengenal batik sebagai kain, tetapi memahami bahwa di balik setiap motif terdapat jejak budaya dan warisan leluhur bangsa.(Eko S/Bang_Ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *