Festival Anti Korupsi 2026: Pemkab Klaten Kukuhkan Duta Anti Korupsi, Generasi Muda Ditantang Jadi Teladan Integritas
KLATEN – PORTALLENSA.COM – Semangat melawan korupsi tidak cukup hanya berhenti pada slogan dan seremoni. Pesan itulah yang mengemuka dalam Klaten Integrity Night, yang menjadi pembuka Festival Anti Korupsi 2026 sekaligus momentum Pemerintah Kabupaten Klaten mengukuhkan Duta Anti Korupsi dari kalangan pelajar dan pemuda.
Kegiatan tersebut digelar di Graha Bung Karno (GBK), Klaten, Rabu (29/7/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222.
Pengukuhan Duta Anti Korupsi ini menjadi langkah Pemkab Klaten untuk menanamkan nilai integritas sejak dini. Namun, tantangan sesungguhnya justru berada setelah prosesi pengukuhan selesai: bagaimana para duta tersebut mampu membawa nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan keberanian menyuarakan kebenaran ke tengah kehidupan sehari-hari.
Inspektur Daerah Kabupaten Klaten, Agus Suprapto, menegaskan bahwa pengukuhan Duta Anti Korupsi bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Ini bukan hanya penyematan simbol, tetapi tanggung jawab kepada generasi muda untuk menjadi teladan dalam menerapkan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keberanian dalam menyuarakan kebenaran,” ungkap Agus.
Menurutnya, gerakan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun karakter generasi muda agar memiliki integritas sekaligus menjaga moral sebagai penerus bangsa.
Duta Anti Korupsi 2026 terdiri atas Ketua OSIS SMP se-Kabupaten Klaten dan para finalis Mas Mbak Klaten 2026. Mereka diharapkan tidak hanya mengenakan predikat sebagai duta, tetapi benar-benar menjadi agen perubahan yang mampu menghidupkan budaya antikorupsi mulai dari lingkungan sekolah, keluarga, organisasi hingga masyarakat.
Sebab, pemberantasan korupsi tidak semata-mata berbicara tentang penindakan terhadap pelaku. Pencegahan dan pembentukan budaya integritas sejak dini menjadi benteng penting agar praktik korupsi tidak dianggap sebagai sesuatu yang biasa.
Bupati: Perang Melawan Korupsi Butuh Sinergi Semua Elemen
Duta Anti Korupsi 2026 dikukuhkan oleh Pj Sekda Kabupaten Klaten Jaka Purwanto, yang hadir mewakili Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Dalam kesempatan tersebut, Jaka menyampaikan apresiasi terhadap langkah Inspektorat Daerah Kabupaten Klaten dalam mendorong peningkatan integritas masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia menegaskan bahwa pencegahan korupsi bukan pekerjaan yang bisa dibebankan hanya kepada pemerintah.
“Pencegahan korupsi tidak cukup dilakukan pemerintah sendirian. Dibutuhkan sinergi bersama DPRD, penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, media, organisasi masyarakat, komunitas hingga seluruh warga Kabupaten Klaten,” paparnya saat menyampaikan sambutan Bupati Klaten.
Menurutnya, keberadaan Duta Anti Korupsi diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus penggerak kampanye nilai-nilai integritas di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Jangan Berhenti di Panggung
Pesan antikorupsi akan kehilangan makna apabila hanya berhenti di atas panggung, spanduk, maupun seremoni pengukuhan.
Para Duta Anti Korupsi justru menghadapi ujian yang lebih besar ketika kembali ke lingkungan masing-masing. Kejujuran ketika tidak ada yang mengawasi, keberanian menolak praktik yang tidak benar, serta konsistensi menjalankan tanggung jawab menjadi ukuran nyata apakah gerakan tersebut benar-benar hidup.
Festival Anti Korupsi 2026 sendiri tidak hanya diisi dengan Klaten Integrity Night. Rangkaian kegiatan juga menghadirkan Klaten Integrity Challenge, berupa berbagai perlombaan yang melibatkan pelajar dari sejumlah jenjang pendidikan.
Seluruh rangkaian Festival Anti Korupsi 2026 dijadwalkan ditutup melalui Konser Musik Masyarakat Berintegritas di Alun-alun Klaten, Sabtu (1/8/2026).
Momentum tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222.
Harapannya jelas: antikorupsi bukan sekadar tema festival, bukan pula sekadar gelar yang disematkan kepada para duta. Lebih dari itu, integritas harus menjadi kebiasaan yang tumbuh dari sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat, hingga menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: Kominfo Klaten/Sugeng M. Editor: Bang_Ali
