DUA PELAJAR SMP TEWAS DI BAWEN, ORANGTUA JANGAN TUNGGU PENYESALAN DATANG!
BAWEN, PORTALLENSA.COM — Jalan raya kembali menyisakan duka. Dua pelajar SMP Negeri 1 Bawen berusia 14 tahun, berinisial AEHC dan HJD, tewas dalam kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan truk boks di Jalan Raya Ungaran–Bawen, Kelurahan Harjosari, Kabupaten Semarang.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 17.15 WIB itu merenggut nyawa AEHC di lokasi kejadian akibat cedera kepala berat. Sementara HJD meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis di rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sepeda motor Yamaha Mio yang ditumpangi kedua pelajar diduga kehilangan kendali di jalan licin, terjatuh, lalu menabrak ban belakang kiri truk boks Nissan yang berbelok ke kanan.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi orangtua: jangan biarkan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor di jalan raya!
Anak berusia 14 tahun belum memenuhi persyaratan usia untuk memiliki SIM C, yang minimal 17 tahun. Selain melanggar ketentuan, berkendara tanpa kesiapan dan keterampilan memadai juga membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Jangan menganggap memberikan kunci motor sebagai bentuk kepercayaan atau kemudahan bagi anak. Jalan raya menyimpan risiko yang tidak selalu bisa mereka kendalikan.
Orangtua harus berani berkata tidak. Sediakan transportasi yang aman, dampingi perjalanan anak, dan tanamkan disiplin berlalu lintas sejak dini.
Dua nyawa pelajar telah melayang. Duka ini seharusnya menjadi pelajaran bagi semua keluarga.
Lebih baik anak mengeluh karena tidak diizinkan membawa motor daripada orangtua menangis karena kehilangan buah hati untuk selamanya.
Jangan tunggu penyesalan datang. Keselamatan anak dimulai dari keputusan orangtua di rumah. (Bang Ali Jurnalis).
