ALIANSI SEMAR GUGAT TERUS BERGERAK, SAMBIL NGOPI SERAP ASPIRASI WARGA BANYUBIRU
BANYUBIRU, PORTALLENSA.COM – Di tengah dinginnya malam dan selimut kabut Gunung Telomoyo, secangkir kopi menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan kegelisahan sekaligus mempertegas penolakan terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) geothermal.
Rabu malam (21/10/2026), Ketua Aliansi Semar Gugat, Heru Gentho, menyambangi Komunitas Petani Kopi Milenial (PKM) di Dusun Tlumpak RT 01/RW 01, Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Pertemuan sederhana itu dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dari Wirogomo dan Sepakung.
Dalam obrolan tersebut, Nasrodin alias Gepeng, Ketua RT setempat, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi dampak geothermal terhadap sumber mata air, lingkungan, dan kehidupan petani. Ia mengaku pernah menyampaikan penolakan dalam rapat, tetapi setelah itu tidak lagi menerima undangan pertemuan terkait geothermal.
Keluhan serupa disampaikan warga Sepakung berinisial SB dan tuan rumah, Nurhadi. Mereka mengaku warga takut menyuarakan penolakan karena khawatir mendapat tekanan. SB juga menyebut adanya penerimaan CSR oleh sejumlah pihak di wilayahnya, meski hal tersebut belum terverifikasi secara independen.
Persoalan lain adalah kerusakan jalan kampung akibat longsor yang disebut menggerus hampir separuh lebar jalan hingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Kondisi itu menghambat aktivitas warga, terutama pengangkutan hasil pertanian.
Tokoh masyarakat yang hadir menyerukan persatuan warga agar aspirasi penolakan geothermal dapat disampaikan secara terbuka tanpa intimidasi. Mereka kemudian menyatakan bergabung dengan Aliansi Semar Gugat.
Heru Gentho menegaskan, Aliansi Semar Gugat bergerak atas kepedulian masyarakat, bukan kepentingan partai politik atau sponsor tertentu. Menurutnya, sebanyak 36 kelompok dan organisasi telah bergabung dalam aliansi tersebut.
“Aliansi Semar Gugat hadir untuk menampung aspirasi masyarakat yang menolak geothermal, tetapi belum berani menyuarakannya secara terbuka. Kami siap berdiri di depan bersama warga,” tegas Heru.
Pertemuan ngopi bersama itu menjadi awal penguatan gerakan warga Banyubiru. Aliansi Semar Gugat berharap masyarakat berani menyampaikan sikap secara damai dan terbuka, sementara pihak terkait diharapkan memberikan ruang dialog serta menjawab kekhawatiran warga secara transparan.
Bagi warga, persoalannya bukan sekadar pembangunan energi, melainkan juga perlindungan sumber air, lingkungan, dan keberlangsungan hidup masyarakat di lereng Telomoyo. (HS/Bang Ali jurnalis).
