Ahlul Firdaus Salurkan 4 Tangki Air Bersih untuk Warga Larangan dan Legarang
PRINGAPUS, PORTALLENSA.COM — Di tengah musim kemarau yang membuat sebagian warga harus berjuang mendapatkan air bersih, kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Komunitas Ahlul Firdaus.
Mengusung semangat “Bersama untuk Sesama”, komunitas tersebut menggelar bakti sosial dengan menyalurkan empat tangki air bersih kepada warga di dua dusun yang mengalami krisis air, Minggu (4/10/2026).
Dua lokasi menjadi sasaran penyaluran, yakni Dusun Larangan RT 02/03, Desa Wonoyoso, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, serta Dusun Legarang, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus.

Di Dusun Larangan, bantuan disalurkan sekitar pukul 08.00 WIB sebanyak dua tangki air bersih. Wilayah tersebut tercatat dihuni sekitar 230 kepala keluarga (KK).
Sementara di Dusun Legarang, Desa Jatirunggo, komunitas kembali mendistribusikan dua tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga. Dusun tersebut terdiri dari empat RT dengan jumlah sekitar 223 KK atau 789 jiwa.
Kehadiran bantuan tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Air yang didistribusikan dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak hingga mandi dan mencuci.
Kepala Dusun Larangan, Muhamad Iksan, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Komunitas Ahlul Firdaus.
“Bantuan air bersih ini sangat membantu warga kami. Saya sangat terharu atas kepedulian Komunitas Ahlul Firdaus. Semoga ini menjadi ladang amal bagi komunitas Ahlul Firdaus,” ujarnya.

Ungkapan serupa disampaikan Kepala Dusun Legarang, Nariyo. Ia mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Ahlul Firdaus, khususnya Wahyu Hidayat yang hadir sebagai perwakilan komunitas di lokasi penyaluran.
Nariyo juga berharap persoalan krisis air bersih mendapat perhatian lebih luas, termasuk dari pemerintah maupun para dermawan.
“Kami berharap pihak pemerintah juga bisa membantu warga kami yang saat ini mengalami krisis air bersih. Bila ada dermawan lainnya yang ingin membantu air bersih, kami ucapkan terima kasih. Kalau memang kami diminta membuat proposal atau bersurat, kami siap,” ungkap Nariyo.
Bukan Sekadar Air, tetapi KepedulianBagi warga yang sedang menghadapi kekeringan, satu tangki air bukan sekadar bantuan. Di dalamnya ada kebutuhan dasar yang menyangkut kehidupan sehari-hari.
Air yang datang kemudian ditampung di tandon, ember maupun jerigen milik warga. Antusiasme masyarakat terlihat ketika armada tangki tiba dan proses distribusi mulai dilakukan.
Pengurus Komunitas Ahlul Firdaus, Wahyu Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar komunitas untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga ikhtiar kecil ini menjadi manfaat dan keberkahan bagi sesama,” tegas Wahyu.»Melalui program “Air Bersih untuk Sesama”, Komunitas Ahlul Firdaus berharap kepedulian serupa dapat terus tumbuh. Bukan hanya dari komunitas, tetapi juga dari berbagai elemen masyarakat, dunia usaha, pemerintah dan para dermawan.
Sebab ketika kemarau membuat sumber air semakin sulit dijangkau, persoalan air bersih bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, melainkan menyentuh langsung kebutuhan paling dasar masyarakat.
Apa yang dilakukan Ahlul Firdaus mungkin hanya empat tangki air. Namun bagi warga yang sedang menunggu datangnya air, bantuan tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar: sebuah pesan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi kekeringan.

Bersama untuk sesama, bergerak ketika masyarakat membutuhkan. ( Juhar manik/Bang_Ali).
