PWI LS Pringapus Hidupkan Budal Njaran, Ratusan Warga Tumpah Ruah Saksikan Pentas Budaya

0
IMG_20260929_065843

PRINGAPUS —portallensa.com– Suasana meriah sekaligus sarat semangat pelestarian budaya mewarnai Desa Pringsari, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Sabtu (27/9/2026) sore.

Ratusan warga dari Pringapus dan sekitarnya memadati kawasan depan Kecamatan Pringapus untuk menyaksikan pentas budaya jaran kepang Turonggo Mudho Lestari. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian peringatan hari lahir pertama Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) Kecamatan Pringapus.

Bukan sekadar pertunjukan hiburan, kegiatan tersebut membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga kesenian tradisional agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Ketua PWI LS Kecamatan Pringapus, Gus Widi, menegaskan bahwa kesenian jaranan merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat yang harus dirawat dan diberi ruang untuk berkembang.

“Banyak yang salah paham dengan kesenian jaranan. Di tangan PWI LS, Budal Njaran kita kembalikan kepada khittahnya sebagai alat dakwah budaya seperti yang diajarkan Sunan Kalijaga. Budal Njaran harus menjadi tontonan yang mendidik,” tegasnya.

Menurut Gus Widi, perhatian terhadap kesenian tradisional tidak cukup hanya dengan berbicara tentang pelestarian. Seniman juga membutuhkan ruang untuk tampil, berkarya, dan mendapatkan penghargaan dari masyarakat.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat, Pak Imron. Ia mengaku terharu melihat perhatian yang diberikan kepada para pelaku seni jaranan.

“Maturnuwun PWI LS. Selama ini kami, seniman Budal Njaran, kurang diperhatikan. Dengan acara ini kami merasa dihargai. Budaya Pringapus hidup kembali,” ujarnya.

Pentas tersebut pun menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, seniman, dan organisasi dalam satu semangat: menjaga budaya lokal agar tidak hanya menjadi cerita masa lalu.

Di tengah derasnya perkembangan zaman, kesenian tradisional kerap menghadapi tantangan regenerasi. Karena itu, keberadaan kegiatan semacam ini dinilai penting untuk mengenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda.

PWI LS Kecamatan Pringapus menyatakan komitmennya untuk menjadikan Festival Budal Njaran sebagai agenda budaya tahunan.

Acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif dengan dukungan Laskar Walisongo PWI LS, Linmas, para seniman, serta masyarakat yang ikut menjaga jalannya kegiatan.

“Ini bukti PWI LS cinta budaya. Budal Njaran adalah warisan leluhur Pringapus yang harus kita jaga dan menjadi tontonan yang mendidik,” pungkas Gus Widi.

Dari panggung sederhana di Pringapus, pesan itu menjadi jelas: budaya tidak akan mati selama masih ada masyarakat yang mau merawat, seniman yang mau berkarya, dan generasi muda yang bersedia meneruskannya. (Juharmanik/Bang_Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *