PENGAKUAN TERDUGA PELAKU UNGKAP MISTERI MOZZA AXILLIA

0
IMG-20260904-WA0044

SEMARANG, portallensa.com — Misteri hilangnya Mozza Axillia Gunarsa (18), warga Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang sejak 25 Juni 2025 tak pernah kembali ke rumah, akhirnya mulai terkuak.

Lebih dari satu tahun keluarga menunggu. Berbagai kemungkinan sempat muncul. Harapan untuk menemukan Mozza dalam keadaan selamat terus dipelihara, meski waktu berjalan tanpa kepastian.

Kini, polisi mengungkap titik terang yang sekaligus menjadi kabar paling pahit bagi keluarga.

Seorang pria berinisial MVDA (22), warga Blora, diamankan polisi. Dalam pemeriksaan, MVDA diduga mengakui keterlibatannya dalam peristiwa yang menimpa Mozza.

CEKCOK DI KOS SRIWIJAYA

Menurut keterangan yang disampaikan terduga pelaku kepada penyidik, peristiwa bermula dari cekcok antara dirinya dengan Mozza di sebuah rumah kos di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang, pada 25 Juni 2025.

Tanggal tersebut bertepatan dengan hari ketika Mozza berpamitan kepada keluarga untuk keluar rumah guna mengantarkan laptop.

Cekcok tersebut diduga kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan yang menyebabkan Mozza meninggal dunia.

Setelah itu, jasad korban diduga dibawa dan dibuang ke kawasan lereng Tol Jangli, Semarang.

Pengakuan tersebut menjadi salah satu petunjuk penting bagi polisi untuk menelusuri keberadaan korban yang selama ini tidak diketahui.

Namun, pengakuan terduga pelaku tetap harus diuji dengan alat bukti lain dan proses hukum yang berlaku.

LERENG TOL JANGLI JADI TITIK TERANG

Berbekal informasi dari pemeriksaan terhadap MVDA, polisi kemudian bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi tempat pembuangan jasad.

Pada Jumat, 4 September 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, petugas Inafis Polres Semarang bersama Tim SAR melakukan proses pencarian dan evakuasi.

Petugas menemukan kerangka manusia dalam kondisi relatif utuh, dari bagian kepala hingga kaki.

Di sekitar kerangka tersebut juga ditemukan pakaian serta jepit rambut yang diduga berkaitan dengan korban.

Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa kerangka tersebut merupakan Mozza.

Meski demikian, kepastian identitas tetap menunggu pemeriksaan ilmiah.

Kerangka dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk menjalani proses identifikasi dan pemeriksaan DNA.

DITANGKAP DI BLORA, JEJAK DIGITAL JADI PETUNJUKMVDA

sebelumnya berhasil diamankan polisi pada Rabu malam, 3 September 2026 di Blora.

Penyidik disebut menelusuri jejak digital yang berkaitan dengan perangkat elektronik keluarga yang masih terhubung dengan akun media sosial korban.

Dari penelusuran tersebut, polisi kemudian mengembangkan penyelidikan hingga mengarah kepada MVDA.

Penangkapan tersebut menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang selama lebih dari setahun menjadi misteri.

Kasus ini kini memasuki tahap penting. Polisi masih harus menguji seluruh keterangan dengan bukti forensik, keterangan saksi, barang bukti, serta hasil pemeriksaan lainnya.

SETELAH 15 BULAN, MOZZA AKHIRNYA PULANGSekitar pukul 22.30 WIB, jenazah Mozza tiba di rumah duka di Gebugan, Bergas, setelah menjalani proses pemeriksaan di RS Bhayangkara Semarang.

Suasana duka menyelimuti rumah keluarga.Tangis pecah.Setelah lebih dari satu tahun menunggu, keluarga akhirnya kembali melihat Mozza.

Namun bukan seperti kepulangan yang selama ini mereka bayangkan.Tidak ada lagi langkah kaki di depan pintu.

Tidak ada lagi suara anak yang mereka tunggu.Yang datang adalah jenazah seorang putri yang selama lebih dari satu tahun dicari dan dinantikan kepulangannya.

Bagi keluarga, penantian itu akhirnya memiliki jawaban—meski jawaban tersebut datang bersama luka yang sangat dalam.

KELUARGA BERHAK MENDAPAT KEADILAN

Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengapresiasi kerja keras jajaran Satreskrim Polres Semarang bersama Polrestabes Semarang yang terus melakukan penyelidikan hingga kasus tersebut menemukan titik terang.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa sebuah kasus orang hilang tidak boleh berhenti hanya karena waktu terus berlalu.Di balik laporan orang hilang, ada keluarga yang setiap hari menunggu.Ada orang tua yang terus berharap.

Ada rumah yang pintunya selalu terbuka untuk seseorang yang mungkin saja suatu hari pulang.

Kini, keluarga Mozza memang telah mendapatkan kepastian yang selama ini dicari.

Tetapi satu pekerjaan besar masih menanti: memastikan seluruh fakta terungkap dan keadilan ditegakkan berdasarkan bukti serta proses hukum.

Pengakuan terduga pelaku bukanlah akhir dari perkara. Ia harus dibuktikan melalui proses penyidikan dan pembuktian di pengadilan.

Karena Mozza bukan sekadar nama dalam laporan orang hilang.Ia adalah seorang anak, saudara, dan bagian dari sebuah keluarga yang selama lebih dari satu tahun tidak pernah berhenti menunggu.

Selamat jalan, Mozza.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Semoga almarhumah Mozza Axillia Gunarsa husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.(Fx Ludiono/Bang_Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *