Warga Tejo Gunungkidul Tunjukkan Kekompakan, Wakil Bupati: Tradisi Harus Diwariskan kepada Generasi Muda
GUNUNGKIDUL, PORTALLENSA.COM – Kekompakan dan semangat gotong royong warga Padukuhan Tejo, Kelurahan Pucanganom, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, kembali terlihat dalam gelaran Bersih Dusun, Senin (10/8/2026).
Ratusan warga dari berbagai kalangan mengikuti rangkaian kegiatan tradisi warisan leluhur tersebut. Suasana berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan, mulai dari para sesepuh, ibu-ibu, hingga generasi muda yang berbaur dalam satu kegiatan.
Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto turut hadir di tengah masyarakat. Kehadirannya menjadi bentuk kedekatan pemerintah dengan warga sekaligus apresiasi terhadap masyarakat yang masih menjaga tradisi dan budaya lokal.
Selain menjadi agenda tahunan, Bersih Dusun bagi masyarakat Tejo merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan, keselamatan, rezeki, hasil bumi, serta kehidupan yang telah dijalani bersama.
Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan pawai dusun yang menampilkan kreativitas masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang ekspresi budaya dan sarana mempererat hubungan antarmasyarakat.
Dalam sambutannya, Joko Parwoto mengaku terkesan melihat kekompakan warga yang tetap mempertahankan tradisi di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi.
Menurutnya, Bersih Dusun tidak sekadar kegiatan seremonial, tetapi mengandung nilai gotong royong, kerukunan, saling menghormati, kepedulian sosial, serta rasa syukur yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.”
Tradisi seperti ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Jangan sampai nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat hilang ditelan zaman,” ungkap Joko.
Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga harus mendengarkan aspirasi, keluhan, dan harapan masyarakat serta bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan.
Joko mengingatkan masyarakat agar terus menjaga persatuan dan semangat guyub rukun. Menurutnya, kebersamaan masyarakat pedesaan merupakan modal sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah.
“Pemerintah tidak mungkin berjalan sendiri. Dengan dukungan masyarakat, berbagai persoalan dapat kita selesaikan bersama,” pesannya.
Kegiatan Bersih Dusun Tejo menjadi bukti bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan kekuatan sosial yang tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Menjelang akhir acara, suasana semakin khidmat ketika doa dan harapan disampaikan untuk masyarakat Padukuhan Tejo. Joko berharap warga senantiasa diberikan ketenteraman, kesehatan, rezeki yang melimpah, hasil pertanian yang baik, serta kehidupan yang semakin sejahtera.
Bagi masyarakat Tejo, Bersih Dusun bukan hanya tentang mempertahankan tradisi. Lebih dari itu, tradisi tersebut menjadi sarana merawat rasa syukur, memperkuat persaudaraan, sekaligus menjaga kehidupan masyarakat agar tetap ayem, tentrem, dan guyub rukun.
Dari Padukuhan Tejo, tradisi kembali menunjukkan kekuatannya: ketika masyarakat bersatu, budaya tetap hidup, dan pemerintah hadir bersama rakyat, harapan untuk membangun kehidupan yang lebih baik akan selalu menemukan jalannya. ( Soegeng )
