Sertijab Pejabat Pemkot Salatiga, Wali Kota Tekankan Kinerja Jangan Sampai Terputus

0
IMG-20260810-WA0005

SALATIGA, PORTALLENSA.COM – Pemerintah Kota Salatiga menggelar serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkot Salatiga, Senin (10/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Pakuwon, Gedung Sekretariat Daerah Kota Salatiga tersebut disaksikan langsung Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., Sekretaris Daerah beserta jajaran Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kota Salatiga.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Salatiga menegaskan bahwa setiap jabatan yang dipercayakan kepada seorang pejabat bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah sekaligus tanggung jawab besar terhadap jalannya pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pejabat sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan. Selamat bertugas kepada para pejabat terlantik dan pelaksana tugas. Jaga kesinambungan kinerja dan pelayanan publik sehingga program prioritas dapat berjalan optimal tanpa jeda,” tegas Robby.
Menurutnya, pergantian pejabat harus menjadi bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintahan, bukan justru menimbulkan kekosongan atau menghambat program yang sedang berjalan.
Momentum sertijab tersebut juga dimanfaatkan Pemkot Salatiga untuk memperkuat evaluasi kinerja pemerintahan. Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Drs. Muthoin, M.Si., memaparkan hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang dilakukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) pada Rabu (5/8/2026).
Dalam evaluasi tersebut, terdapat sejumlah catatan penting yang harus segera menjadi perhatian seluruh perangkat daerah.
Pertama, penyusunan pohon kinerja harus bersifat dinamis dan mampu menyesuaikan dengan kebutuhan serta target pembangunan. Kedua, penguatan Indikator Kinerja Utama (IKU) kepala perangkat daerah agar benar-benar mampu menggambarkan capaian kinerja secara menyeluruh.
Selanjutnya, penguatan rencana aksi serta monitoring dan evaluasi juga harus dilakukan dengan orientasi pada tujuan dan sasaran. Selain itu, peran evaluator internal perlu diperkuat, termasuk melakukan konfirmasi atau cross check secara langsung terhadap kinerja masing-masing perangkat daerah.
“SAKIP perlu dipahami sebagai sistem manajemen kinerja, bukan sekadar kewajiban administratif. Orientasi kinerja perlu diarahkan dari sekadar penyelesaian kegiatan menuju pencapaian hasil dan manfaat bagi masyarakat. Dokumen SAKIP harus mencerminkan praktik manajemen kinerja yang benar-benar dilaksanakan oleh perangkat daerah,” jelas Muthoin.
Empat Pejabat Jalani Serah Terima Jabatan
Dalam sertijab tersebut, terdapat sejumlah perubahan dan penataan jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga.
Adapun pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan yakni:
Agung Hendratmiko, S.T., M.T., M.Si. menyerahkan jabatan sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja. Selanjutnya menerima jabatan sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) sekaligus menjalankan tugas sebagai Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.
Susanto Adi Wibowo, S.T., M.T. menyerahkan jabatan sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Ia selanjutnya menerima jabatan sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda sekaligus Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Muh. Sidqon Effendi, S.Si.T., M.T. menyerahkan jabatan sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda dan selanjutnya menerima jabatan sebagai Inspektur Kota Salatiga.
Siti Andjajanah, S.H., M.H. menyerahkan jabatan sebagai Plt. Inspektur dan kembali menjalankan tugas pada jabatan Sekretaris Inspektorat Kota Salatiga.
Pergantian tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi perubahan struktur organisasi, tetapi mampu memperkuat efektivitas pemerintahan, meningkatkan akuntabilitas, serta memastikan pelayanan publik di Kota Salatiga tetap berjalan secara berkesinambungan.
Pesan utama yang disampaikan dalam sertijab tersebut jelas: pergantian pejabat tidak boleh menjadi alasan terhentinya pelayanan dan program pemerintah. Kinerja harus terus berjalan, target harus tetap dikejar, dan masyarakat harus tetap menjadi orientasi utama. ( Red / tm )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *