MOLEN TAK KENAL LELAH: Satgas TMMD Desa Cukil “Memaksa” Beton Mengalir, 1,25 Km Jalan Dikebut Sebelum Tenggat

0
IMG-20260810-WA0034

KABUPATEN SEMARANG –portallensa.com– Deru mesin molen cor memecah suasana Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Hampir setiap hari, mesin itu dipaksa bekerja tanpa mengenal jeda. Semen, pasir, kerikil dan air terus dijejalkan, diaduk, lalu dimuntahkan menjadi adonan beton.

Bukan sekadar suara mesin. Di balik dentuman molen dan debu yang beterbangan, ada target besar yang sedang dikejar: menyelesaikan betonisasi jalan sepanjang 1,25 kilometer dalam waktu kurang dari 30 hari.

Pembangunan tersebut menjadi salah satu sasaran fisik TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga TA 2026. Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu mengejar waktu. Material cor datang silih berganti. Tenaga manusia terus bergerak. Molen pun seperti tidak diberi kesempatan untuk beristirahat.

Setiap kali adonan beton keluar dari moncong molen, para prajurit dan warga langsung bekerja. Campuran semen, pasir, kerikil dan air ditumpahkan ke badan jalan yang sebelumnya masih berupa tanah. Dari titik demi titik, jalan perlahan berubah menjadi jalur beton yang lebih kokoh.Di sinilah kerja keras itu terlihat nyata.

Prajurit tidak hanya mengandalkan kekuatan mesin. Mereka harus mengangkat, mengangkut, meratakan dan memastikan adonan beton tertata sesuai kebutuhan. Warga pun ikut turun tangan. Ada yang membawa material, mengoperasikan peralatan, meratakan cor hingga membersihkan lokasi pekerjaan.

Debu menempel di pakaian. Keringat membasahi tubuh. Suara mesin menjadi musik kerja yang menemani hampir sepanjang hari.Namun di balik lelah itu, ada harapan sederhana yang sedang dibangun: jalan yang lebih mudah dilalui dan kehidupan warga yang lebih ringan.

Bagi sebagian orang, 1,25 kilometer mungkin hanya angka. Tetapi bagi warga Cukil, jalan tersebut merupakan akses menuju aktivitas sehari-hari—mengangkut hasil pertanian, pergi bekerja, bersekolah, maupun menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Karena itu, beton yang mengeras di atas jalan bukan sekadar campuran semen dan batu. Ia menjadi simbol gotong royong antara TNI dan rakyat.

TMMD di Cukil akhirnya bukan hanya tentang mengejar target fisik sebelum tenggat. Lebih jauh, program ini memperlihatkan bahwa pembangunan akan lebih kuat ketika dikerjakan bersama.

Dan selama molen masih berputar, material masih mengalir, serta prajurit dan warga masih berdiri di sisi jalan, harapan itu terus dicor sedikit demi sedikit—hingga menjadi jalan yang kelak dipakai warga bertahun-tahun. (Tomi/Bang_Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *