Unik! Bukan Bendera, Puluhan Burung Perkutut Jadi “Starter” Jalan Santai Warga Manebet

0
IMG-20260809-WA0091

TENGARAN –portallensa.com– Kalau biasanya jalan santai dilepas dengan kibaran bendera atau bunyi peluit, warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet (Manebet), RT 05 RW 04 Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, punya cara sendiri yang boleh dibilang anti-mainstream.


Minggu (9/8/2026) pagi, puluhan burung perkutut justru diterbangkan sebagai tanda dimulainya jalan santai dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81.


Jadi jangan heran kalau peserta jalan santai kali ini bukan hanya mencari keringat, tetapi juga sempat mendongak ke langit. Bukan mencari arah jalan, melainkan melihat ke mana perkutut-perkutut tersebut terbang.


Kegiatan berlangsung meriah dan penuh keakraban. Ratusan warga dari berbagai usia tumplek blek mengikuti rangkaian acara, mulai dari senam bersama hingga jalan santai sejauh sekitar satu kilometer mengelilingi kawasan RW 04.


Pagi itu, semangat warga terlebih dahulu “dipanaskan” lewat senam bersama yang dipimpin instruktur Naning Gemoy dari Sanggar Senam AMK Salatiga. Setelah badan mulai panas dan napas mulai terengah-engah, warga kemudian diajak jalan santai.


Namun, momen paling menarik terjadi saat pelepasan peserta.
Ketua RT setempat, Arief Syarifudin, tidak menggunakan pistol starter, peluit, apalagi sirine. Puluhan burung perkutut diterbangkan ke udara sebagai simbol dimulainya perjalanan.


“Pelepasan perkutut ini mengandung makna pelestarian lingkungan, mengingat keberadaan burung liar di pemukiman saat ini sudah semakin jarang,” ujar Arief.


Bukan Sekadar Jalan Santai, Tapi Ada Pesan Lingkungan
Di balik aksi yang terlihat unik tersebut, terselip pesan sederhana: kemerdekaan juga seharusnya memberi ruang bagi lingkungan dan makhluk hidup untuk tetap lestari.


Kalau manusia sudah merdeka, burung pun jangan sampai kehilangan “kemerdekaannya”.
Setidaknya, itulah semangat yang ingin dibangun warga Manebet melalui kegiatan tersebut.


Generasi Muda Pegang Kemudi
Yang tak kalah menarik, hampir seluruh rangkaian kegiatan tahun ini dikelola oleh generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna Manebet.


Ketua Panitia sekaligus Ketua Karang Taruna Manebet, Galang Pramuditha Syarifudin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak muda untuk belajar mengelola kegiatan sekaligus mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.


Menurutnya, sudah waktunya generasi muda belajar menjadi “sutradara” kegiatan kampung, sementara para orang tua sesekali menikmati posisi sebagai penonton sekaligus pemberi semangat.


Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 07.30 hingga 11.00 WIB tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat. Mulai dari pemuda, ibu-ibu, bapak-bapak hingga anak-anak dan balita ikut menikmati kemeriahan.


Ada yang serius jalan santai, ada yang lebih serius mengejar hadiah. Maklum, dalam acara Agustusan, semangat nasionalisme dan naluri berburu hadiah memang sering berjalan beriringan.


Arief Syarifudin mengaku bangga dengan kekompakan Karang Taruna Manebet. Meski baru terbentuk sekitar dua bulan, para pemuda dinilai sudah mampu bekerja dengan sigap dan solid.


Meriah Tanpa Harus Mewah
Kemeriahan peringatan HUT RI ke-81 di Manebet juga menunjukkan bahwa sebuah kegiatan warga tidak selalu membutuhkan anggaran fantastis.
Pendanaan seluruh kegiatan berasal dari iuran sukarela warga dan donatur yang tidak mengikat.
Acara kemudian ditutup dengan pembagian hadiah berbagai lomba yang sebelumnya telah digelar.


Yang pulang membawa hadiah tentu tersenyum lebar. Yang belum kebagian hadiah tetap pulang dengan membawa oleh-oleh yang lebih penting: keringat, kebersamaan dan cerita.
Dan bagi warga Manebet, kemerdekaan bukan sekadar memasang bendera merah putih di depan rumah.


Kemerdekaan adalah ketika warga bisa berkumpul, tertawa bersama, anak muda mau turun tangan, orang tua bisa menikmati acara, lingkungan ikut diperhatikan—dan burung perkutut pun mendapat kesempatan untuk terbang bebas.


Merdeka boleh ramai. Tapi kalau bisa, tetap guyub, tetap peduli lingkungan, dan jangan lupa: setelah jalan santai, hadiah jangan sampai cuma jadi wacana! (Tomi/Bang_Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *