Comeback Spektakuler di Brno! Hakim Danish Juara, Veda Pratama Buktikan Mental Petarung dari Posisi Buncit
Portallensa.com BRNO, CEKO – Sirkuit Brno menjadi panggung pembuktian bagi dua pembalap muda Asia Tenggara. Di tengah dominasi rider-rider Eropa, pembalap Malaysia Hakim Danish Ramli tampil luar biasa dengan meraih kemenangan, sementara wakil Indonesia Veda Pratama menunjukkan semangat juang tinggi dengan finis di posisi kelima setelah memulai balapan dari barisan belakang.
Balapan berlangsung penuh drama sejak lampu start padam. Hakim Danish dan Veda Pratama langsung tampil agresif dengan melakukan push sejak lap-lap awal. Keduanya secara perlahan berhasil merangsek ke rombongan depan dan terlibat duel sengit melawan para pembalap Eropa.
Hakim Danish yang mengandalkan keunggulan performa motor KTM tampil sangat konsisten. Pembalap muda asal Malaysia itu mampu meladeni setiap pertarungan dengan tenang dan percaya diri. Berangkat dari posisi ke-14, Hakim melakukan comeback luar biasa hingga akhirnya menyentuh garis finis sebagai pemenang.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa talenta muda ASEAN tidak bisa lagi dipandang sebelah mata di pentas internasional.
Di sisi lain, perjuangan Veda Pratama tak kalah mengesankan. Memulai balapan dari posisi ke-20 akibat penalti saat sesi kualifikasi, pembalap muda Indonesia itu harus bekerja ekstra keras untuk menembus barisan depan.
Dengan gaya balap agresif dan penuh perhitungan, Veda sempat merangsek hingga posisi ketiga. Namun, keterbatasan kecepatan di lintasan lurus membuatnya beberapa kali kehilangan posisi dari rival-rival yang menggunakan KTM.
Meski demikian, pembalap asal Indonesia tersebut menolak menyerah. Pada lap terakhir, Veda mempertontonkan keberanian dan insting balap kelas tinggi. Dalam sebuah manuver overtake yang sangat tipis dan hanya berjarak beberapa sentimeter dari lawannya, ia berhasil merebut kembali posisi dan mengamankan finis di urutan kelima
Hasil ini menjadi lebih istimewa karena kedua pembalap ASEAN tersebut sama-sama memulai balapan dari posisi yang kurang menguntungkan. Hakim Danish bangkit dari P14 menjadi juara, sedangkan Veda Pratama melesat dari P20 hingga finis di lima besar.
Penampilan gemilang mereka di Brno bukan sekadar hasil balapan biasa. Ini adalah pesan tegas bahwa pembalap-pembalap Asia Tenggara kini semakin mampu bersaing dengan para rider Eropa yang selama ini mendominasi ajang balap internasional.
Dari P14 menjadi P1, dari P20 menjadi P5. Brno 2026 menjadi saksi bahwa semangat juang, keberanian, dan talenta besar ASEAN mampu mengguncang lintasan dunia.//Mandalikalombok/Bang_Ali//.