Exit Tol Bawen Kembali Jadi Titik Hitam: Truk Diduga Rem Blong Hantam 9 Kendaraan, Alarm Keras bagi Pemerintah Daerah
Bawen, Kabupaten Semarang. //Portallensa.com// Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di kawasan Exit Tol Bawen, lokasi yang selama ini dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan, khususnya bagi kendaraan berat. Insiden terbaru ini kembali menegaskan bahwa persoalan keselamatan di simpang exit tol tersebut belum tertangani secara serius.
Selasa 03/03/2026 sekitar pukul 18.30 WIB, sebuah truk box yang melaju dari arah Semarang menuju Tuntang diduga mengalami gagal pengereman saat melintas di jalan menurun menuju perempatan exit tol. Dalam kondisi tak terkendali, truk menghantam delapan sepeda motor dan satu mobil Mitsubishi Xpander yang berada tepat di depannya.
Benturan keras membuat sejumlah sepeda motor terpental dan terseret. Rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial menunjukkan kondisi mencekam di lokasi kejadian. Beberapa motor tampak hancur di sisi kiri truk, sementara dua korban terlihat berada di kolong kendaraan saat proses evakuasi oleh warga dan petugas berlangsung.
Polisi: Dugaan Awal Rem Blong
Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, membenarkan peristiwa tersebut.
“Dugaan awal truk mengalami gagal pengereman. Kendaraan yang terlibat satu truk box, delapan sepeda motor, dan satu mobil. Seluruh korban mengalami luka dan sudah dievakuasi ke rumah sakit,” jelasnya.
Hingga pembaruan malam ini, polisi mencatat delapan orang mengalami luka-luka. Enam korban harus menjalani rawat inap, sementara dua lainnya menjalani rawat jalan. Seluruh korban dirawat di RS Attin. Polisi memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian ini.
Jalur Menurun, Kendaraan Berat, dan Risiko yang Terus Terulang
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kecelakaan ini kembali membuka luka lama soal bahaya laten di Exit Tol Bawen. Kontur jalan menurun panjang yang langsung bertemu perempatan padat kendaraan telah berulang kali menjadi penyebab kecelakaan, khususnya yang melibatkan truk dan kendaraan besar.
Fakta bahwa kasus serupa terus berulang menimbulkan pertanyaan besar:
Sejauh mana evaluasi keselamatan telah dilakukan, dan mengapa solusi konkret belum juga terlihat?
Hingga kini, Exit Tol Bawen masih minim pengamanan tambahan yang benar-benar mampu menekan risiko, seperti:
-
jalur penyelamat (escape lane) yang efektif,
-
pembatasan ketat kendaraan berat pada jam tertentu,
-
sistem peringatan dini bagi pengemudi truk sebelum memasuki turunan,
-
serta penegakan uji kelayakan rem kendaraan secara konsisten.
Desakan Evaluasi Menyeluruh
Kecelakaan ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Kabupaten Semarang dan instansi terkait. Tanpa perubahan nyata dalam desain lalu lintas dan pengawasan kendaraan berat, Exit Tol Bawen berpotensi terus menjadi “titik hitam” kecelakaan yang sewaktu-waktu bisa kembali memakan korban, bahkan nyawa.
Polisi menyatakan masih melakukan pendalaman terkait kondisi truk dan pengemudinya, serta mengumpulkan data detail dari lokasi kejadian. Namun, upaya penegakan hukum saja dinilai tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kebijakan pencegahan jangka panjang.
Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur menurun dan rawan rem blong. Namun di sisi lain, keselamatan pengguna jalan tidak seharusnya terus dibebankan pada kehati-hatian individu semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama, terutama para pengambil kebijakan.Red. Bang_Ali.