Diminta Mundur Terhormat, Sudewo Justru Lengser dalam Bayang-Bayang Dugaan Korupsi
Pati, Jawa Tengah – PORTALLENSA.COM-Sejarah kerap memberi kesempatan kepada para pemegang kekuasaan untuk memilih: meninggalkan jabatan dengan terhormat atau menunggu dijatuhkan oleh keadaan. Dalam konteks Pati, peringatan itu sesungguhnya telah lama disuarakan oleh sebagian masyarakat, aktivis, dan tokoh lokal agar Sudewo mengambil langkah mundur secara elegan demi menjaga marwah pemerintahan daerah.
Namun pilihan tersebut tidak diambil. Kekuasaan tetap dipertahankan, kritik publik dikesampingkan, dan suara rakyat tak mendapat ruang yang semestinya. Hingga akhirnya, babak kepemimpinan itu harus berakhir bukan melalui mekanisme kehormatan, melainkan melalui proses hukum yang kini menjerat sang bupati, terkait dugaan praktik korupsi jual beli jabatan.
Fakta ini tentu menjadi ironi yang pahit. Jabatan yang sejatinya merupakan amanah justru berubah menjadi beban, tidak hanya bagi yang bersangkutan, tetapi juga bagi masyarakat Pati secara keseluruhan. Kepercayaan publik yang telah terkikis kini benar-benar runtuh, seiring dengan bergulirnya proses hukum yang harus dihormati dan dikawal bersama.
Peristiwa ini menegaskan satu pelajaran penting: kekuasaan yang menutup telinga dari kritik hanya akan mempercepat kejatuhan. Ketika etika diabaikan dan integritas dikompromikan, maka jabatan kehilangan legitimasi moralnya. Pada titik itu, lengser bukan lagi soal waktu, melainkan keniscayaan.
Kasus Sudewo menjadi cermin buram bagi pejabat publik di berbagai daerah. Bahwa sumpah jabatan bukan sekadar formalitas seremonial, dan janji pengabdian tidak boleh berhenti pada retorika. Publik menuntut lebih dari sekadar pidato—mereka menuntut keteladanan.
Kini, masyarakat Pati berhak berharap agar proses hukum berjalan transparan dan adil, serta menjadi momentum pembenahan tata kelola pemerintahan. Sebab hanya dengan cara itu, kepercayaan yang rusak dapat perlahan dipulihkan, dan kekuasaan kembali ditempatkan sebagai alat pelayanan, bukan kepentingan pribadi. (Report/Kreatot : Bang_Ali).