Duka Mendalam di Kudus: Sentuhan Terakhir Sang Dermawan, Bupati Sam’ani Intakoris Melayat ke Kepergian Michael Bambang Hartono
Kudus //Portallensa.com// Suasana haru menyelimuti Kudus pada Minggu (22/3/2026). Langit seakan turut berduka atas berpulangnya sosok yang selama ini dikenal luas sebagai penggerak ekonomi dan dermawan bagi masyarakat, Michael Bambang Hartono.
Di tengah keheningan dan doa yang mengalun, Sam’ani Intakoris hadir secara langsung di GOR Jati Kudus untuk memberikan penghormatan terakhir. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan wujud empati dan penghargaan mendalam atas jasa besar almarhum bagi daerah yang dicintainya.
Dengan raut wajah penuh duka, Bupati Sam’ani menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa kepergian sosok penting seperti Michael bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kudus.
“Beliau bukan sekadar pengusaha besar, tetapi juga sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Sebagai tokoh di balik kesuksesan Djarum Group, almarhum dikenal luas atas kontribusinya yang nyata. Dari sektor ekonomi hingga kegiatan sosial, kiprah beliau telah memberi dampak besar—menciptakan lapangan kerja, mendukung berbagai program kemasyarakatan, hingga turut mengangkat nama Kudus di kancah nasional maupun internasional.

Tak sedikit masyarakat yang hadir tampak menundukkan kepala, larut dalam doa dan kenangan. Bagi mereka, Michael bukan hanya sosok pengusaha, tetapi juga figur inspiratif yang meninggalkan jejak kebaikan yang sulit dilupakan.
Bupati Sam’ani berharap, nilai-nilai keteladanan yang diwariskan almarhum dapat terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. “Semoga segala amal ibadah beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tuturnya.
Kepergian Michael Bambang Hartono menjadi pengingat bahwa di balik kesuksesan besar, ada dedikasi dan kepedulian yang tulus untuk sesama. Dan di Kudus hari itu, duka bukan hanya milik keluarga—tetapi milik seluruh masyarakat yang pernah merasakan sentuhan kebaikannya. Sumber: Info Kudus/BangAli