Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Bangun Aliansi Cegah Kekerasan Berbasis Gender, Fokus pada Edukasi dan Pendampingan Korban

0
IMG-20260711-WA0000

SALATIGA | Portallensa.com – Upaya menciptakan ruang yang aman bagi perempuan dan anak di Kota Salatiga memasuki babak baru. Yayasan Jallu Nusantara Indonesia (YJNI) bersama Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kota Salatiga resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender, Senin (7/7/2026).
Penandatanganan yang berlangsung di Gedung PC Fatayat NU Kota Salatiga tersebut bukan sekadar seremoni administratif.

 

Kesepakatan ini menjadi fondasi kolaborasi jangka panjang dalam memperkuat edukasi masyarakat, pemberdayaan perempuan, peningkatan kapasitas kader, hingga membangun sistem perlindungan yang lebih efektif bagi korban kekerasan.
Kolaborasi ini lahir dari kesadaran bahwa kekerasan berbasis gender merupakan persoalan kompleks yang tidak cukup diselesaikan melalui jalur hukum semata. Pencegahan sejak dini, pendidikan publik, perubahan pola pikir masyarakat, serta keterlibatan berbagai elemen menjadi bagian penting dalam memutus rantai kekerasan.

 

Ketua PC Fatayat NU Kota Salatiga, Arna Asna Annisa, M.Si, menegaskan organisasinya memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan perempuan.

 

“Fatayat NU memiliki ruang yang sangat dekat dengan masyarakat. Karena itu, kami memandang kerja sama ini sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat peran pendidikan dan pemberdayaan agar masyarakat semakin memiliki kesadaran terhadap pentingnya pencegahan kekerasan berbasis gender,” ujarnya.

 

Menurut Arna, nota kesepahaman tersebut harus diwujudkan dalam program nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi dokumen formal.
“Semoga kerja sama ini bukan hanya menjadi formalitas, tetapi menjadi komitmen bersama untuk menebarkan kemanfaatan kepada ruang lingkup yang lebih luas,” katanya.

Ia juga berharap program-program yang dibangun mampu menjadi warisan positif bagi kepengurusan berikutnya sehingga upaya perlindungan perempuan dan anak dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Jallu Nusantara Indonesia, Nurrun Jamaludin, mengatakan kemitraan dengan Fatayat NU merupakan langkah strategis memperluas jaringan kolaborasi bersama organisasi kemasyarakatan yang memiliki kedekatan dengan warga.

 

Menurutnya, meningkatnya perhatian terhadap kasus-kasus kekerasan berbasis gender di berbagai daerah menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap perempuan dan kelompok rentan membutuhkan kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

 

“Kerja sama ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi harus berkelanjutan. Kami memiliki target jangka panjang yang ingin dicapai bersama melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas masyarakat,” tegas Nurrun.

Melalui kesepakatan tersebut, kedua lembaga akan mengembangkan sejumlah program strategis, di antaranya pendidikan publik mengenai kesetaraan gender dan pencegahan kekerasan, pelatihan safeguarding bagi organisasi dan komunitas, peningkatan kapasitas kader, penguatan jejaring pendampingan korban, hingga pembentukan ruang-ruang edukasi yang aman bagi perempuan dan anak.

 

 

Kerja sama ini juga menandai perubahan pendekatan dalam penanganan kekerasan berbasis gender. Jika selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada penanganan setelah peristiwa terjadi, maka YJNI dan Fatayat NU Salatiga berupaya menempatkan pencegahan sebagai strategi utama melalui edukasi, penguatan komunitas, serta peningkatan kesadaran masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem perlindungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak hanya memahami pentingnya melindungi perempuan dan anak, tetapi juga berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan berbasis gender. (Tomi/Bang_Ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *