Diamnya Orang Baik, Panggung Bagi Mereka yang Gemar Menebar Keburukan
Portallensa.com
– Ruang publik hari ini sedang menghadapi persoalan yang tidak sederhana. Bukan karena terlalu banyak orang berbicara, melainkan karena semakin banyak orang baik yang memilih diam.
Ketika ruang publik dipenuhi narasi kekecewaan, fitnah, provokasi, dan berbagai kabar yang hanya memancing kemarahan, banyak hal baik seolah hilang ditelan bumi. Prestasi, pengabdian, inovasi, dan semangat gotong royong yang sesungguhnya masih tumbuh di tengah masyarakat, tenggelam oleh hiruk-pikuk narasi negatif yang terus dipertontonkan.
Ironisnya, ketika orang-orang baik memilih diam, mereka yang gemar menyebarkan kebencian justru memperoleh panggung yang semakin luas. Diamnya orang baik sering kali menjadi pesta bagi orang-orang yang senang merusak, memecah belah, dan mengubah prasangka menjadi seolah-olah sebuah kebenaran.
Tidak ada yang salah dengan kritik. Pengawasan terhadap kekuasaan dan penggunaan anggaran merupakan bagian penting dalam negara demokrasi. Namun kehidupan berbangsa tidak mungkin hanya dibangun di atas kecurigaan. Sebab bangsa yang sehat bukan hanya bangsa yang mampu menemukan kesalahan, melainkan bangsa yang mampu menghargai setiap kebaikan yang lahir dari rakyatnya.
Akibat derasnya narasi negatif, banyak kepala desa dan perangkatnya lebih memilih menjaga jarak dengan jurnalis. Prestasi dan potensi desa yang seharusnya menjadi kebanggaan bersama tertutup oleh gegap gempita pemberitaan tentang pelanggaran dana desa. Seolah-olah tidak ada lagi cerita tentang pembangunan, pemberdayaan masyarakat, maupun semangat gotong royong yang masih hidup di desa-desa.
Hal yang sama juga terjadi di dunia pendidikan. Tidak sedikit sekolah menjadi alergi terhadap media. Prestasi siswa, inovasi pembelajaran, dan berbagai kegiatan positif disimpan rapat-rapat. Kehadiran jurnalis tidak lagi dipandang sebagai mitra publikasi, melainkan dianggap identik dengan pencarian penyalahgunaan anggaran pendidikan.
Pada akhirnya, semua menjadi serba salah. Mereka yang bekerja dengan baik memilih diam. Mereka yang berprestasi enggan tampil. Mereka yang memiliki karya tidak lagi percaya bahwa ruang publik mampu memberikan apresiasi yang adil.
Padahal, apabila orang-orang yang berbuat baik terus memilih bersembunyi, maka ruang publik akan dikuasai oleh mereka yang menjadikan kebencian sebagai komoditas, fitnah sebagai hiburan, dan kegaduhan sebagai sumber popularitas.
Bangsa ini tidak akan maju hanya dengan kemarahan. Indonesia tidak dibangun oleh mereka yang gemar mencaci, melainkan oleh mereka yang mau bekerja, mendidik, mengabdi, dan memberikan manfaat sesuai kemampuan masing-masing.
Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menyerahkan ruang publik kepada mereka yang hanya pandai menyebarkan keburukan. Mari mengambil peran, sekecil apa pun, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai kapasitas masing-masing.
Guru dapat berbagi tentang prestasi anak didiknya. Kepala desa dapat memperkenalkan potensi wilayahnya. Pelaku usaha dapat menginspirasi melalui kerja kerasnya. Organisasi masyarakat dapat menunjukkan kiprahnya. Generasi muda dapat menghadirkan kreativitas dan gagasan-gagasan baru. Dan masyarakat umum pun dapat menjadi bagian dari perubahan dengan menyebarkan informasi yang benar, positif, dan edukatif.
Sebab mencerdaskan kehidupan bangsa bukan semata tugas pemerintah, bukan pula tugas media semata. Itu adalah tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa.
Mari kita lawan banjir provokasi dengan edukasi. Melawan fitnah dengan fakta. Menandingi pesimisme dengan optimisme. Sebab satu berita baik yang jujur dan bermanfaat, terkadang lebih mampu menggerakkan masyarakat daripada seribu narasi kebencian.
Besar harapan kami, Portallensa.com dapat menjadi rumah bersama, menjadi mitra publikasi bagi siapa pun yang ingin menghadirkan informasi yang cepat, akurat, berimbang, sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat.
Karena sesungguhnya, ketika orang-orang baik mulai berani bersuara dan berbagi inspirasi, maka ruang publik tidak lagi menjadi tempat pesta bagi mereka yang gemar menebar keburukan, melainkan menjadi ruang belajar bersama untuk membangun bangsa yang lebih cerdas, lebih dewasa, dan lebih beradab.
Salam Satu Pena
Ali Mahfudi, SE., SH./ Pemimpin Redaksi Portallensa.com